Dibuka Menghijau, IHSG Cenderung Datar Sementara Bursa Asia-Pasifik Lesu

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 21 poin atau 0,26 persen di level 8.383 pada pembukaan perdagangan Rabu, 19 November 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG cenderung mendatar alias sideways pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi sideways hari ini, menunggu keputusan BI rate yang diperkirakan tetap di 4,75 persen," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 19 November 2025.

Ilustrasi papan saham IHSG.

Pasar saham Asia-Pasifik turun pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,22 persen, Kospi Korea Selatan menurun 3,32 persen, ASX 200 Australia turun 1,94 persen.

Sementara Hang Seng Hong Kong turun 1,72 persen, Straits Times turun 0,86 persen, dan FTSE Malaysia turun 0,82 persen.

Sementara itu, investor yang khawatir dengan valuasi sektor teknologi yang tinggi mulai beralih dari aset berisiko, jelang rilis laporan kinerja Nvidia Corp dan laporan data ekonomi AS pekan ini.

Hal itu seiring pasar menanti rangkaian data ekonomi penting AS yang tertunda akibat penutupan pemerintah, sekaligus investor yang mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan.

Selain itu, pasar juga menanti laporan non-farm payrolls bulan September yang dirilis Kamis pekan ini, untuk mendapatkan gambaran kesehatan ekonomi AS selaku ekonomi terbesar dunia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sedangkan pertemuan Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi dengan Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, akan menjadi pertemuan pertama kedua pejabat sejak Takaichi menjabat bulan lalu.

Ueda sebelumnya menyinggung kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan depan. Namun Takaichi dan Menteri Keuangan, Satsuki Katayama, menegaskan preferensi mereka untuk menjaga suku bunga tetap rendah hingga inflasi secara berkelanjutan mencapai target 2 persen Bank of Japan (BoJ).

"Support IHSG berada di level 8.300-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.400-8.430," ujarnya.

Sebagai informasi, Indeks-indeks saham Wall Street dilaporkan kembali turun pada perdagangan Selasa kemarin. Sentimen pasar tertekan oleh aksi jual besar-besaran saham teknologi, khususnya yang terkait kecerdasan buatan (AI).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,07 persen, indeks S&P 500 turun 0,83 persen dan Nasdaq Composite turun 1,21 persen. Keputusan investor untuk mengurangi risiko terlihat dari penurunan saham-saham unggulan seperti Nvidia, Amazon, dan Microsoft.