IHSG Dibuka Melemah Dibayangi Koreksi Seiring Anjloknya Bursa Asia-Pasifik & Wall Street

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka melemah 21 poin atau 0,30 persen di level 7.115 pada pembukaan perdagangan Senin, 16 Maret 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini seiring dengan pelemahan Wall Street" kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 16 Maret 2026.

Ilustrasi IHSG.

Dia mengatakan, Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,16 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,98 persen.

Sementara itu, indeks Taiex Taiwan turun 0,54 persen, indeks Kospi Korea Selatan berkurang 1,72 persen, dan indeks ASX 200 Australia melemah 0,14 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,27 persen dan FTSE Malay KLCI melemah 0,71 persen.

Pasar Asia-Pasifik melemah karena harga minyak melonjak akibat kekhawatiran baru bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat semakin mempersempit pasokan energi, menimbulkan kekhawatiran akan penurunan ekonomi global.

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pidato Kamis malam, 12 Maret 2026 bahwa Selat Hormuz, jalur vital untuk perdagangan minyak global, harus tetap ditutup dan Teheran dapat membuka front lain dalam perang jika konflik berlanjut.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, juga menegaskan kembali ancaman tersebut dalam sebuah unggahan media sosial, memperingatkan tentang "pukulan terkeras bagi musuh agresor."

"Support IHSG berada di level 7.000-7.080 sementara resist IHSG di rentang 7.170-7.200," ujarnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, indeks-indeks Wall Street melanjutkan penurunan pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks turun ke level terendah sepanjang tahun ini, seiring kenaikan harga minyak akibat konflik Iran yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.

Indeks S&P 500 turun 0,61 persen, Nasdaq Composite melemah 0,93 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,26 persen. Di tengah tekanan pasar saham, harga minyak dunia justru melanjutkan rally. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,11 persen (US$98,71/bbl) dan harga minyak Brent menguat 2,67 persen (US$103,14/bbl).