Dibuka Menghijau, IHSG Datar saat Bursa Asia Variatif dan Wall Street Menguat

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 18 poin atau 0,22 persen di level 8.658pada pembukaan perdagangan Jumat, 5 Desember 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi mendatar alias sideways pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 5 Desember 2025.

Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto ilustrasi)

Pasar Asia bervariatif pada perdagangan Kamis kemarin. Serangkaian data ekonomi yang melemah dari perkiraan, menguatkan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 2,33 persen, dan Topix meningkat 1,92 persen. Di Tokyo, saham manufaktur chip naik setelah laporan pertemuan Trump dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, terkait kontrol ekspor.

Saham produsen robot Fanuc melonjak 12,98 persen dan memimpin saham-saham unggulan pada indeks Nikkei, setelah mengumumkan kemitraan dengan raksasa chip AS Nvidia. Kerja sama tersebut dalam upaya mengembangkan robot industri bertenaga "AI fisik", yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan perangkat keras robotik.

Selain itu, Yaskawa Electric, melonjak 11,37 persen. Awal pekan ini, Yaskawa juga mengumumkan kerja sama dalam AI fisik dengan SoftBank Group. Di sisi lain, saham SoftBank Group melonjak 9,18 persen.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,19 persen dan Kosdaq turun 0,23 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,55 persen. Taiex Taiwan naik tipis 0,01 persen dan ASX 200 Australia bertambah 0,27 persen. 

"Support IHSG berada di level 8.550-8.600 sementara resist IHSG di rentang 8.650-8.700," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street mayoritas menguat pada Kamis kemarin, seiring pelaku pasar menanti keputusan The Fed yang akan diumumkan pekan depan. S&P 500 naik 0,11 persen, Nasdaq Composite menguat 0,22 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07 persen.

Di sisi lain, investor mencermati laporan dari Challenger, Gray & Christmas, yang menunjukkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diumumkan perusahaan AS sepanjang 2025 kembali mendekati 1 juta. Hal itu didorong restrukturisasi korporasi, penggunaan kecerdasan buatan (AI), dan tarif dagang. Data ADP mencatat penurunan pada payroll sektor swasta, dimana klaim tunjangan pengangguran AS turun menjadi 191.000 untuk pekan yang berakhir 29 November. Posisi tersebut level terendah sejak September 2022 dan jauh di bawah ekspektasi 220.000.