Dibuka Menguat, IHSG Bisa Rebound Seiring Penguatan Wall Street dan Bursa Asia-Pasifik

IHSG.
IHSG.

IHSG dibuka menguat 12 poin atau 0,14 persen di level 8.533 pada pembukaan perdagangan Rabu, 26 November 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi rebound hari ini, seiring dengan kenaikan bursa AS (Wall Street)," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 26 November 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pasar saham Asia-Pasifik naik pada perdagangan Selasa kemarin, mengikuti rebound saham teknologi Wall Street yang terdorong rally Alphabet dan meningkatnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed.

Selain itu, optimisme terhadap posisi Alphabet dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) meningkat sejak pekan lalu, setelah perusahaan tersebut meluncurkan model AI terbarunya, Gemini 3.

Kenaikan juga terjadi terhadap saham-saham terkait AI seperti Broadcom dan Micron Technology, yang melanjutkan penguatan sejak Jumat lalu setelah Presiden The Fed New York membuka peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Desember 2025.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,07 persen, sedangkan Topix turun 0,21 persem. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,30 persen, sedangkan Kosdaq melemah 0,05 persen

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,14 persen, Hang Seng Hong Kong meningkat 0,69 persen, Taiex Taiwan melesat 1,54 persen, dan CSI 300 China naik 0,95 persen. Di sisi lain, FTSE STI Singapura dan FTSE KLCI Malaysia masing-masing turun sebesar 0,27 persen dan 0,43 persen.

"Support IHSG berada di level 8.450-8.500 sementara resist IHSG di rentang 8.550-8.600," ujarnya.

Ilustrasi papan IHSG.

Ilustrasi papan IHSG.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin usai rally tiga hari beruntun. Kenaikan tersebut dipimpin kenaikan Dow Jones, setelah sentimen pasar mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember 2025.

Kenaikan juga ditopang penguatan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Indeks Dow Jones melonjak 1,43 persen, S&P 500 naik 0,91 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,67 persen.

Di sisi lain, pasar mencermati perkembangan yang dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter The Fed bulan depan. Sentimen tersebut menguat setelah laporan Bloomberg menyebutkan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menjadi kandidat terdepan Ketua The Fed berikutnya.

Investor menilai Hassett lebih condong pada kebijakan suku bunga rendah yang sejalan dengan preferensi Presiden Donald Trump. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent bahkan menyebutkan ada peluang besar Trump akan mengumumkan keputusan tersebut sebelum Natal.