Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Rebound seiring Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street
IHSG dibuka menguat 16 poin atau 0,19 persen di level 8.628 pada pembukaan perdagangan Kamis, 4 Desember 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi rebound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 4 Desember 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu kemarin, mengikuti rally saham teknologi di Wall Street serta kenaikan tajam cryptocurrency. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,14 persen, sementara Topix turun 0,20 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,18 psrsen. Di sisi lain, PDB Australia pada 3Q25 naik 0,4 persen secara kuartalan, dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal II-2025 sebesar 0,6 persen.
Sementara, PDB secara year-on-year (yoy) pada kuartal III-2025 tumbuh 2,1 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal II-2025 sebesar 1,8 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,04 persen, dan Kosdaq menguat 0,39 persen seiring PDB riil naik 1,3 persen selama periode Juli-September 2025 dari kuartal sebelumnya.
Selain itu, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, juga dijadwalkan menyampaikan pidato nasional terkait peringatan satu tahun kegagalan deklarasi darurat militer mantan Presiden Yoon Suk Yeol, diikuti konferensi pers, menurut laporan media setempat.
"Support IHSG berada di level 8.550-8.580 sementara resist IHSG di rentang 8.650-8.700," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street melanjutkan kenaikan pada perdagangan Rabu kemarin atau rally dua hari beruntun. Penguatan tersebut disebabkan oleh data tenaga kerja swasta dari ADP, yang memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 408,44 poin (0,86 persen), S&P 500 naik 0,3 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,17 persen. ADP melaporkan tenaga kerja swasta turun 32.000 pada bulan November 2025, sementara proyeksi kenaikan sebesar 40.000.
Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan The Fed mendorong kenaikan saham sektor keuangan seperti Wells Fargo dan American Express, karena investor menilai suku bunga rendah dapat mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi AS.