IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Anjlok Imbas Ekskalasi Polemik Greenland

Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)
Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka menguat 41 poin atau 0,46 persen di level 9.052 pada pembukaan perdagangan Kamis, 22 Januari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi rehound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 22 Januari 2026.

Ilustrasi IHSG.

Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan pagi Rabu kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,41 persen. Sedangkan, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,37 persen, Shanghai Composite naik 0,08 persen, dan Kospi Korea Selatan menguat 0,49 persen.

Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melemah 0,37 persen dan Taiex Taiwan turun 1,62 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,39 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,40 persen.

Pergerakkan tersebut terdampak pelemahan Wall Street setelah Presiden AS, Donald Trump, meningkatkan retorika terkait Greenland, dan mengancam tarif baru pada negara-negara yang menolak pengalihan wilayah Denmark tersebut ke AS.

Trump mengatakan pada Sabtu pekan lalu bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10 persen mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 jika pembicaraan gagal menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.

Dia juga mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada anggur dan sampanye asal Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan "Dewan Perdamaian" yang diusulkannya. 

"Support IHSG berada di level 8.950-9.000 sementara resist IHSG di rentang 9.035-9.080," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street melesat pada Rabu kemarin, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif baru terhadap Eropa terkait sengketa Greenland.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,21 persen, S&P 500 menguat 1,16 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,18 persen. Penguatan pasar terjadi setelah Trump menyatakan telah tercapai kerangka kesepakatan dengan Eropa terkait Greenland dan kawasan Arktik.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan tarif yang semula dijadwalkan berlaku pada 1 Februari dibatalkan.“Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan kawasan Arktik. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya direncanakan,” tulis Trump.