IHSG Menguat Berpotensi Rebound serupa Wall Street saat Bursa Asia-Pasifik Anjlok

IHSG
IHSG

IHSG dibuka menguat 15 poin atau 0,19 persen di level 8.032 pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG mencoba rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika IHSG kuat di support 8.000, maka IHSG potensi untuk short term teknikal rebound hari ini. Tapi hati-hati jika break under 8.000, IHSG akan tes support di 7.940.," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 3 Maret 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Dia mengatakan, Bursa saham Asia-Pasifik anjlok pada hari Senin kemarin, karena konflik antara Iran dan AS-Israel meningkat, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Minggu, 1 Maret 2026, operasi tempur di Iran akan berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas.

Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,4 persen, indeks Topix melemah 1,02 persen. Sementara itu, saham Mitsubishi Heavy Industries melesat 4 persen, Kawasaki Heavy Industries naik 0,7 persen, dan IHI menguat 3 persen yang memiliki bisnis pertahanan.

Sedangkan, indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,02 persen, CSI 300 China menguat 0,4 persen, dan Shanghai Composite naik 0,5 persen. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong menurun 2,14 persen. Sementara pasar saham di Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.

"Support IHSG berada di level 8.126-8.200 sementara resist IHSG di rentang 8.280-8.320," ujarnya," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas rebound dari penurunan pada Senin kemarin. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan awal untuk melakukan aksi buy on dip setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks acuan S&P 500 naik tipis 0,04 persen, Nasdaq Composite menguat 0,36 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,15 persen. Pemulihan Wall Street didorong sejumlah faktor utama. Pertama, harga minyak AS yang sempat melonjak tajam berbalik turun dari level tertingginya, sehingga meredakan kekhawatiran dampak perang terhadap ekonomi AS.

Kedua, investor memborong saham-saham teknologi unggulan yang menjadi penggerak pasar, seperti Nvidia yang naik hampir 3 persen dan Microsoft naik lebih dari 1 persen.