Dibuka Menghijau, IHSG Dibayangi Koreksi Meski Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 37 poin atau 0,44 persen di level 8.655 pada pembukaan perdagangan Rabu, 3 Desember 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar alias sideways pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 3 Desember 2025.

Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)

Bursa Asia bergerak positif pada perdagangan Selasa kemarin, dipimpin oleh kenaikan tipis di Jepang dan Australia setelah pasar global sempat terkoreksi akibat jeda rally di Wall Street.

Di Tokyo, indeks Nikkei ditutup flat, sementara indeks Topix naik 0,08 persen. Pasar Jepang masih dibayangi sentimen kebijakan Bank of Japan. Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya sehingga mendorong penguatan Yen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,17 persen, dipimpin saham-saham tambang yang melonjak 1,2 persen berkat rally harga komoditas. Raksasa pertambangan seperti BHP, Rio Tinto, dan Fortescue masing-masing naik 1,2 persen, 1,8 persen, dan 0,9 persen.

Saham energi ikut menguat setelah harga minyak global naik 1 persen. Woodside Energy naik 1,3 persen dan Santos naik 0,5 persen.

Investor di Australia juga mulai mengalihkan dana dari saham perbankan ke saham komoditas karena kekhawatiran valuasi bank yang dianggap sudah mahal, di tengah spekulasi bahwa siklus pelonggaran suku bunga RBA mendekati akhir. Sementara, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,24 persen.

"Support IHSG berada di level 8.500-8.560 sementara resist IHSG di rentang 8.650-8.700," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin, didorong kenaikan harga Bitcoin yang kembali melonjak ke level US$90.000 serta rally saham-saham teknologi. Indeks Dow Jones naik 0,39 persen, S&P 500 menguat 0,25 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,59 persen.

Bitcoin melonjak sekitar 7 persen pada Selasa kemarin, rebound dari pelemahan pada sehari sebelumnya. Sentimen positif juga didorong saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). Nvidia naik mendekati 1 persen, sementara Credo Technology, perusahaan penyedia infrastruktur AI, meroket 10 persen dan mencetak rekor tertinggi (all time high) baru setelah membukukan kinerja keuangan di atas ekspektasi.

Pada awal pekan, ketiga indeks utama AS kompak terkoreksi, mengakhiri rally selama lima hari berturut-turut. Sentimen risk off masih membayangi pasar dalam beberapa pekan terakhir, akibat kekhawatiran inflasi yang bertahan tinggi, valuasi saham yang mahal, serta ketidakpastian imbal hasil dari investasi AI.