Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Menguat Meski Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street Lesu
IHSG dibuka menguat 22 poin atau 0,27 persen di level 8.341 pada pembukaan perdagangan Kamis, 6 November 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi mencoba menguat kembali hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 6 November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Pasar Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan hari Rabu kemarin, seiring pelemahan Wall Street yang tertekan oleh penurunan saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) seperti Palantir.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,13 persen. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 2,50 persen, dan Topix turun 1,26 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menurun 2,85 persen dan Kosdaq melemah 2,66 persen memimpin penurunan di kawasan tersebut.
Di sisi global, komentar para eksekutif bank besar seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang mempertanyakan keberlanjutan valuasi tinggi, memicu aksi ambil untung.
Sebelumnya, CEO JP Morgan Chase, Jamie Dimon, juga telah memperingatkan potensi koreksi signifikan di Wall Street dalam enam bulan hingga dua tahun ke depan.
Peringatan tersebut muncul di tengah euforia terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif yang telah mendorong kenaikan sepanjang tahun, dan kini mulai dibandingkan dengan gelembung dot-com pada awal 2000-an.
"Support IHSG berada di level 8.200-8.270 sementara resist IHSG di rentang 8.350-8.380," ujarnya.