Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Lanjut Menguat Ikuti Bursa Asia Tanpa Kekhawatiran Geopolitik
IHSG dibuka menguat 25 poin atau 0,29 persen di level 8.959 pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG masih potensi melanjutkan kenaikan hari ini ditopang oleh kenaikan bursa AS dan kenaikan komoditas nikel yang cukup signifikan. Tapi hati-hati, karena sudah naik 5 hari berturut-turut, IHSG akan rentan koreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 7 Januari 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa kemarin, karena investor mengabaikan kekhawatiran geopolitik.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,32 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,38 persen, Taiex Taiwan bertambah 1,57 persen, dan Kospi Korea Selatan naik 1,52 persen. Sedangkan, ASX 200 Australia turun 0,53 persen, Straits Times naik 1,27 persen, dan FTSE Malaysia melemah 0,47 persen.
Di sisi lain, pembiayaan AI dan kebangkitan merger dan akuisisi akan menjadi pusat perhatian di pasar kredit. Data ekonomi utama AS diperkirakan akan membentuk arah pekan ini.
Selain laporan ketenagakerjaan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data lowongan kerja, pengunduran diri, dan pemutusan hubungan kerja periode bulan November pada Rabu waktu AS.
Selain itu, jelang akhir pekan, pemerintah AS akan melaporkan data pembangunan rumah baru, sementara University of Michigan merilis indeks awal sentimen konsumen bulan Januari.
"Support IHSG berada di level 8.860-8.900 sementara resist IHSG di rentang 8.950-9.000," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham AS mayoritas mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) baru pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Hal tersebut terjadi karena investor mengabaikan ketegangan geopolitik terbaru menyusul serangan AS ke Venezuela.
Indeks S&P 500 naik 0,62 persen, Dow Jones juga menguat 0,99 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,65 persen. Saham-saham teknologi kembali meningkat, dimana saham Amazon melonjak lebih dari 3 persen. Saham terkait kecerdasan buatan (AI) lainnya juga mencatatkan penguatan solid, seperti Micron Technology yang melesat 10 persen dan Palantir Technologies yang naik lebih dari 3 persen.