Meski Dibayangi Koreksi, IHSG Dibuka Menghijau Ikuti Bursa Asia-Pasifik
IHSG dibuka menguat 7 poin atau 0,10 persen di level 8.154 pada pembukaan perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi untuk melemah terbatas hari ini, menunggu rilis data GDP Indonesia hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG
Bursa Asia-Pasifik naik pada perdagangan Rabu kemarin, berbeda dengan penurunan Wall Street setelah aksi jual saham teknologi AS membebani sentimen pasar. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,78 persen, sedangkan Topix naik 0,27 persen.
Hang Seng Hong Kong menguat 0,08 persen, Taiex Taiwan naik 0,29 persen, dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,80 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 1,57 persen dan Kosdaq naik 0,45 persen. Selain itu, Straits Times menguat 0,43 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,31 persen.
Di sisi lain, saham Nintendo turun lebih dari 9 persen meskipun mempertahankan perkiraan penjualan setahun penuh untuk konsol Switch 2. Karena investor menilai beberapa potensi hambatan bagi raksasa game tersebut, termasuk apakah perusahaan akan terdampak oleh kenaikan harga memori, komponen kunci dalam konsolnya, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Support IHSG berada di level 8.030-8.120 sementara resist IHSG di rentang 8.200-8.230," ujarnya.
Sebagai informasi, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Tekanan datang terutama dari saham-saham teknologi, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa rally saham kecerdasan buatan (AI) mulai mendekati titik jenuh.
Indeks S&P 500 turun 0,51 persen dan Nasdaq melemah 1,51 persen. Namun, Dow Jones Industrial Average naik 0,51 persen. Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) anjlok setelah proyeksi pendapatan kuartalan meleset dari ekspektasi pasar. AMD juga memberi sinyal tengah menghadapi persaingan berat dengan raksasa chip AI, Nvidia.
Dari sisi data ekonomi, rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah AS untuk Januari ditunda akibat penutupan sebagian pemerintah selama empat hari yang baru berakhir Selasa.