IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Datar Seiring Penguatan Bursa Asia
IHSG dibuka menguat 70 poin atau 0,91 persen di level 7.818 pada pembukaan perdagangan Jumat, 12 September 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar alias sideways pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi sideways di 7.700-7.800," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 12 September 2025.
Ilustrasi IHSG.
Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis kemarin, dengan indeks di Jepang dan Korea Selatan mencatatkan rally terbaru yang dipimpin kenaikan saham teknologi.
Sentimen meningkat seiring keyakinan investor bahwa data inflasi AS cukup lemah, untuk membuka jalan The Fed memangkas suku bunga pekan depan atau bahkan mungkin dua kali lagi sebelum akhir 2025.
Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 1,22 persen, dan Topix naik 0,22 persen. Sementara indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,90 persen dan Kosdaq naik 0,21 persen.
Sedangkan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,43 persen dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,29 persen. Saham SoftBank melesat hampir 10 persen setelah Oracle, mitra dalam proyek Stargate, mencatat kenaikan 36 persen.
"Hal itu karena ekspektasi penguatan permintaan layanan cloud dari perusahaan kecerdasan buatan AI," ujar Fanny.
Selain itu, lanjut Fanny, fokus kini beralih ke data inflasi konsumen (CPI) bulan Agustus 2025, yang diperkirakan naik 2,9 persen sementara inflasi inti diperkirakan bertahan sebesar 3,1 persen.
"Support IHSG berada di level 7.700-7.740 sementara resist IHSG di rentang 7.800-7.820," ujarnya.