Dibuka Menghijau, IHSG Cenderung Datar Meski Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka menguat 9 poin atau 0,11 persen di level 8.346 pada pembukaan perdagangan Jumat, 7 November 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi mendatar alias sideways pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 7 November 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Bursa saham Asia berada di zona hijau pada perdagangan Kamis kemarin, mengikuti penguatan Wall Street. Indeks saham di Jepang dan Australia kompak rebound setelah tertekan pada sesi sebelumnya.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,34 persen dan Topix menguat 1,38 persen. Kebangkitan bursa Negeri Sakura tersebut didorong oleh penguatan saham-saham teknologi, setelah pasar AS mencatat rally berkat laporan keuangan positif dan data ekonomi yang solid.

Sementara di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,3 persen, rebound setelah dua sesi berturut-turut terkoreksi.bRebound tersebut juga terjadi di tengah ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 0,55 persen, sedangkan Kosdaq turun 0,41 persen.

Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong melesat 2,12 persen dan bursa saham di daratan China menguat masing-masing sebesar 1,43 persen dan 0,97 persen.

"Support IHSG berada di level 8.270-8.320 sementara resist IHSG di rentang 8.380-8.400," ujarnya.