Dibuka Menghijau, IHSG Dibayangi Koreksi seiring Pelemahan Rupiah

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 19 poin atau 0,23 persen di level 8.629 pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Desember 2025.

Tim Riset Phintraco Sekuritas memprediksi, IHSG berpotensi lanjut terkoreksi pada perdagangan hari ini.

"Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi," kata tim riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Senin, 22 Desember 2025.

Pergerakan IHSG.

Riset Phintraco menjelaskan, di pasar Asia, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di China pada 22-27 Desember 2025. Dari Jepang, investor akan mencermati risalah pertemuan kebijakan BOJ serta data inflasi dan industrial production.

Phintraco Sekuritas mengatakan, data M2 Money Supply November 2025 akan dirilis pada hari ini. Menjelang libur Natal dan pekan perdagangan yang pendek, diperkirakan berpotensi akan membuat volume perdagangan relatif sepi.

Selain itu, investor akan mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah akhir-akhir ini.

"Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji level support 8.500 hingga 8.550 dan resistance 8.700," ujarnya.

Dari global, indeks-indeks saham Wall Street ditutup mixed pada pekan lalu, setelah pada perdagangan Jumat, 19 Desember 2025 ditutup menguat. Reboundnya saham sektor teknologi mendorong penguatan indeks.

Ilustrasi papan saham IHSG.

Ilustrasi papan saham IHSG.

Saham Oracle menguat setelah TikTok setuju untuk menjual operasinya di AS kepada perusahaan patungan baru. Sedangkan saham Nvidia menguat setelah pemerintahan Trump sedang mengkaji prospek perusahaan itu untuk menjual chip AI yang baru ke China.

Pada pekan ini menjelang libur Natal, Phintraco Sekuritas memprediksi pasar saham AS dan Eropa cenderung stabil karena kalender ekonomi yang relatif sepi.

"Namun investor diperkirakan masih akan mencermati beberapa data ekonomi AS yang tertunda dirilis, seperti perkiraan kedua PDB Kuartal III-2025, durable goods orders dan industrial production,” ujarnya.