Dibuka Menghijau, IHSG Cenderung Datar Seiring Kewaspadaan Pada Ekonomi AS dan The Fed
IHSG dibuka menguat 6 poin atau 0,07 persen di level 8.378 pada pembukaan perdagangan Jumat, 14 November 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG cenderung sideways alias mendatar pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi sideways hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 14 November 2025.
Ilustrasi IHSG.
Bursa Asia bervariasi pada perdagangan Kamis, 13 November 2025. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,43 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,56 persen, Taiex Taiwan turun 0,16 persen, CSI 300 China melesat 1,21 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,49 persen.
Sementara itu, ASX 20 Australia turun 0,52 persen, STI Straits Times naik 0,08 persen, dan FTSE Malaysia bertambah 0,04 persen.
Pergerakkan tersebut seiring investor tetap berhati-hati dengan data ekonomi AS yang terbatas, berpotensi mengaburkan prospek kebijakan The Fed.
Di sisi lain, fokus investor tertuju pada Yen yang melemah, setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengeluarkan peringatan baru terhadap pergerakan mata uang. Yen bertahan sekitar 155 per dolar, mendekati level di mana otoritas terakhir kali melakukan intervensi pasar.
Investor juga mulai mengalihkan perhatian ke The Fed dan prospek penurunan suku bunga, setelah musim laporan keuangan AS yang hampir berakhir.
Selain itu, tidak adanya indikator kunci seperti angka pengangguran dan inflasi Oktober, menimbulkan ketidakpastian seputar kebijakan moneter.
"Support IHSG berada di level 8.320-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.400-8.450," ujarnya.