IHSG Dibuka Menghijau, Mayoritas Bursa Asia Melemah Imbas Ekskalasi China-Jepang
IHSG dibuka menguat 1 poin atau 0,02 persen di level 8.946 pada pembukaan perdagangan Kamis, 8 Januari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900.," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 8 Januari 2026.
IHSG
Bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Rabu kemarin, dengan mayoritas indeks melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,06 persen dan Topix melemah 0,77 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,94 persen, Taiex taiwan turun 0,46 persen dan CSI 300 China melemah 0,29 persen.
Sedangkan, Kospi Korea Selatan naik 0,57 persen dan ASX 200 Australia menguat 0,15 persen. Di sisi lain, Straits Times naik 0,16 persen dan FTSE Malaysia menguat 0,27 persen.
Pergerakkan bursa Asia tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Jepang dengan China. Meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia tersebut menjadi fokus investor.
Bahkan ketika optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed mendorong laju Wall Street ke level tertinggi baru. Sebagian besar investor mengabaikan risiko geopolitik, termasuk yang terkait dengan Venezuela.
"Support IHSG berada di level 8.900-8.930 sementara resist IHSG di rentang 8.970-9.000," ujarnya.