IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia-Pasifik Menguat Didukung Harapan Lanjutan Soal Kesepakatan Iran-AS
IHSG dibuka menguat 74 poin atau 0,98 persen di level 7.750 pada pembukaan perdagangan Rabu, 15 April 2026.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi mencoba melanjutkan kenaikan ke 7.750-7.800, tapi hati-hati karena rentan dengan koreksi minor," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 15 April 2026.
IHSG
Dia mengatakan, Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 2,43 persen dan Topix naik 0,87 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,82 persen, Taiex Taiwan melesat 2,37 persen, dan CSI 300 China naik 1,19 persen.
Selain itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 2,74 persen dan ASX 200 Australia menguat 0,50 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,47 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,45 persen.
Penguatan bursa Asia-Pasifik terjadi di tengah harapan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih mungkin terjadi, meskipun AS memblokade pengiriman Iran di Selat Hormuz. Gencatan senjata AS-Iran yang rapuh meskipun belum secara resmi dibatalkan, telah sangat terkikis. Utamanya usai AS dan Iran saling menuduh melanggar ketentuan gencatan senjata.
Di sisi lain, surplus perdagangan China turun drastis menjadi US$51,13 miliar pada Maret 2026, atau menjadi yang terendah dalam 13 bulan akibat peningkatan impor dan pelambatan pertumbuhan ekspor sebesar 2,5 persen year-on-year (yoy).
"Support IHSG berada di level 7.500-7.600 sementara resist IHSG di rentang 7.750-7.800," ujarnya," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kembali menguat pada perdagangan Selasa kemarin, didorong optimisme pasar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih berpeluang tercapai. Indeks S&P 500 menguat 1,18 persen, Dow Jones Industrial Average naik 0,6 persen, dan Nasdaq Composite melesat 1,96 persen.
Di sisi saham, Oracle naik 4,7 persen sementara Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatatkan kenaikan pada perdagangan di hari yang sama. Di sisi lainnya, Presiden AS, Donald Trump menyebut, komunikasi antarpihak masih berlangsung dan membuka peluang negosiasi lanjutan.
Selain itu, seorang pejabat Gedung Putih menyebut kepada CNBC bahwa putaran kedua negosiasi AS dan Iran masih dalam tahap pembahasan, meski belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.