IHSG Menguat Serupa Wall Street, Bursa Asia-Pasifik Anjlok Imbas Konflik TimTeng

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 44 poin atau 0,83 persen di level 5.386 pada pembukaan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal tes resistance berisiko koreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi tes resistance di 5.500. jika gagal, IHSG masih terbuka peluang terus terkoreksi sepanjang rupiah terus melemah," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 9 Juni 2026.

IHSG

Dia mengatakan, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik kompak anjlok pada perdagangan Senin kemarin, imbas laporan peluncuran salvo rudal dari Iran ke wilayah Israel yang mengancam bertahannya kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.

Sentimen geopolitik semakin memperberat posisi pasar, setelah akhir pekan lalu Wall Street didorong aksi jual masif pada indeks Nasdaq. Di kawasan regional, bursa Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan indeks Kospi melemah tajam hingga 8,3 persen, dan indeks Kosdaq anjlok lebih dari 9 persen.

Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 3,8 persen dan Topix terkoreksi 2,4 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,2 persen, Taiex Taiwan turun 3,5 persen, dan CSI 300 China berkurang 2,1 persen. Di sisi lain, ASX 200 Australia tutup karena memperingati hari libur nasional.

"Support IHSG berada di level 5.000-5.150 sementara resist IHSG di rentang 5.400-5.500," ujarnya. 

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas naik pada perdagangan Senin kemarin, didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah mengalami aksi jual pada akhir pekan lalu. Di sisi lain, investor masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Iran dan Israel. 

Indeks S&P 500 naik 0,30 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,86 persen. Sedangkan, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,16 persen.

Meskipun pasar saham menguat, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal pada hari Minggu kemarin demi merespons serangan Israel atas Lebanon Selatan, dan memunculkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan gencatan senjata yang sedang diupayakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Israel kemudian merespons dengan serangan terhadap sejumlah sistem pertahanan strategis Iran. Namun, Presiden AS, Donald Trump menyatakan, Iran dan Israel masih berupaya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin.

Menurut Trump, proses negosiasi menuju perdamaian tetap berlangsung meskipun kedua pihak masih saling melancarkan serangan.