Dibuka Menghijau, IHSG Dibayangi Pelemahan saat Pasar Tunggu Update Suku Bunga BoJ
IHSG dibuka menguat 39 poin atau 0,45 persen di level 8.657 pada pembukaan perdagangan Jumat, 19 Desember 2025.
Tim Riset Phintraco Sekuritas memprediksi, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.
"Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan," kata tim riset Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat, 19 Desember 2025.
Ilustrasi IHSG.
Investor disebut menantikan hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ), yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,75 persen, yang merupakan level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
“Jika perkiraan ini benar terjadi, ada potensi akan meningkatkan volatilitas saham dan mata uang di pasar global karena ada kemungkinan terjadinya pembalikan aliran dana investor di pasar global ke Jepang dalam jangka pendek,” ujar riset tersebut.
Hal ini dikarenakan adanya strategi investor untuk meminjam dana dari mata uang berbunga rendah seperti Yen Jepang, untuk diinvestasikan ke mata uang yang menawarkan suku bunga lebih tinggi atau dikenal dengan sebutan carry trade.
Kenaikan suku bunga Jepang berpotensi membuat investor yang melakukan carry trade tersebut menutup posisi pinjamannya.
Sehingga, hal itu akan meningkatkan volatilitas pasar global karena arus dana kembali ke Jepang. Namun diperkirakan dampak tersebut hanya jangka pendek.
"Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 8.550-8.600," ujarnya.