Dibuka Menghijau, IHSG Berpotensi Lanjut Menguat seiring Variatifnya Bursa Asia-Pasifik
IHSG dibuka menguat 30 poin atau 0,35 persen di level 8.778 pada pembukaan perdagangan Senin, 5 Januari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
"Jika IHSG break resistance di 8.750, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, dikutip Senin, 5 Januari 2026.
Penutupan IHSG.
Bursa saham Asia-Pasifik memulai perdagangan awal tahun 2026 dengan pergerakan beragam pada Jumat pekan lalu, seiring investor mencermati kinerja Wall Street serta perkembangan ekonomi kawasan. Sejumlah bursa di Asia Pasifik masih tutup karena libur Tahun Baru, termasuk Jepang dan China daratan.
Sementara itu, pasar saham Korea Selatan, indeks Kospi melesat 2,27 persen dan Kosdaq naik 2,17 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,15 persen dan Hang Seng Hong Kong meningkat 2,76 persen.
Selain itu, sentimen positif datang dari Singapura. Perekonomian negara tersebut tumbuh 5,7 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal IV-2025, didorong oleh kinerja kuat sektor manufaktur sepanjang bulan Oktober hingga Desember.
Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang direvisi sebesar 4,3 persen. Dalam pesan Tahun Baru yang disampaikan pada Rabu pekan lalu, Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong menyatakan, ekonomi Singapura secara keseluruhan tumbuh 4,8 persen sepanjang 2025, melampaui ekspektasi awal pemerintah.
"Support IHSG berada di level 8.500-8.660 sementara resist IHSG di rentang 8.820-8.850," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu, yang merupakan hari perdagangan pertama pada tahun 2026. Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham-saham semikonduktor, meski tekanan masih terlihat di sektor teknologi non-chip.
Penguatan tersebut disebabkan oleh keputusan Presiden AS, Donald Trump yang menunda kenaikan tarif impor untuk furnitur berlapis, kabinet dapur, dan kabinet kamar mandi selama satu tahun. Penundaan tersebut mencakup tarif 30 persen untuk furnitur berlapis dan bea masuk 50 persen untuk kabinet dapur dan kamar mandi, dengan tarif 25 persen yang telah diberlakukan sejak September tetap dipertahankan.