Dibuka Melemah, IHSG Dibayangi Koreksi Meski Bursa Asia-Pasifik Menguat Seiring Rally Saham Chip
IHSG dibuka melemah 24 poin atau 0,29 persen di level 8.395 pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 November 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal melemah pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi melemah terbatas hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 21 November 2025.
Papan pergerakan IHSG (Foto ilustrasi)
Bursa Asia menguat pada perdagangan hari Kamis kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 2,65 persen dan Taiex Taiwan melonjak 3,18 persen.
Sejalan, indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,02 persen, Kospi Korea Selatan menguat 1,92 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 1,24 persen. Sementara FTSE Straits Times menguat 0,15 persen dan FTSE Malay KLCI melemah 0,24 persen.
Penguatan pasar Asia-Pasifik tersebut seiring rally saham chip, setelah laba Nvidia yang lebih tinggi dari estimasi dan proyeksi yang memperkuat kepercayaan pada perdagangan AI. Saham Nvidia melonjak lebih dari 4 persen dalam perdagangan yang diperpanjang setelah laba Q3F melampaui ekspektasi.
Perusahaan chip AI tersebut juga memberikan proyeksi penjualan kuartal keempat yang lebih tinggi dari estimasi, dengan CEO Jensen Huang mengatakan permintaan untuk chip Blackwell generasi saat ini "sangat tinggi."
"Support IHSG berada di level 8.360-8.400 sementara resist IHSG di rentang 8.440-8.460," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada perdagangan Kamis kemarin, setelah rally pasar yang dipicu oleh hasil kuartalan luar biasa dari Nvidia. Investor juga semakin meragukan peluang The Fed menurunkan suku bunga pada Desember mendatang.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,84 persen, S&P 500 melemah 1,56 persen, dan Nasdaq Composite merosot 2,16 persen.