Dibuka Memerah, IHSG Diprediksi Melemah Seiring Lesunya Bursa Asia-Pasifik

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka melemah 31 poin atau 0,38 persen di level 8.210 pada pembukaan perdagangan Rabu, 5 November 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 5 November 2025.

Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)

Pasar saham di kawasan Asia dan Pasifik melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Pergerakan bursa Asia tersebut berlawanan arah dengan rally di Wall Street yang didorong oleh penguatan saham-saham teknologi besar.

Rally tersebut disebabkan oleh kenaikan saham Amazon sebesar 4 persen setelah perusahaan menandatangani kesepakatan senilai US$38 miliar dengan OpenAI, yang akan memanfaatkan ratusan ribu unit pemrosesan grafis (GPU) dari Nvidia.

Saham Nvidia juga naik sekitar 2 persen setelah mendapatkan izin ekspor untuk mengirim chip ke Uni Emirat Arab (UEA).

Di kawasan Asia-Pasifik, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,91 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,74 persen dan Topix turun 0,65 persen.

Di Korea Selatan, Kospi menurun 2,37 persen sedangkan Kosdaq meningkat 1,31 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,79 persen.

Sentimen di bursa Asia masih tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan prospek kebijakan moneter yang ketat.

"Support IHSG berada di level 8.180-8.200 sementara resist IHSG di rentang 8.280-8.350," ujarnya.