Dibuka Menguat, IHSG Berpotensi Rebound Meski Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street Lesu

Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)
Karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto ilustrasi)

IHSG dibuka menguat 21 poin atau 0,27 persen di level 8.187 pada pembukaan perdagangan Kamis, 9 Oktober 2025.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi teknikal rebound hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 9 Oktober 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam dengan mayoritas melemah pada Rabu kemarin, mengikuti pelemahan Wall Street AS. Setelah Bank Dunia menaikkan perkiraan pertumbuhan kawasan tersebut pada Selasa sebelumnya.

Hal tersebut terjadi setelah musim panas yang menyaksikan ketidakpastian akibat tarif AS mengguncang ekonomi global.

Indeks saham Nikkei 225 Jepang melemah 0,45 persen, sementara indeks Topix naik 0,24 persen. Sedangkan, indeks ASX/S&P 200 Australia turun 0,10 persen, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,48 persen, dan Taiex Taiwan turun 0,54 persen.

Sementara itu, pasar saham di China daratan dan Korea Selatan tutup karena hari libur. Di sisi lain, Bank Thailand dan Bank Sentral Selandia Baru akan merilis keputusan kebijakannya pada hari Rabu kemarin.

Kemudian, indeks FTSE Straits Times turun 0,36 persen dan FTSE Malay KLCI melemah 0,16 persen.

"Support IHSG berada di level 8.050-8.120 sementara resist IHSG di rentang 8.200-8.250," ujarnya.