IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Lanjut Menguat, Bursa Asia-Pasifik Lesu Cermati Isu Greenland

Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG.

IHSG dibuka menguat 22 poin atau 0,24 persen di level 9.156 pada pembukaan perdagangan Selasa, 20 Januari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini sepanjang kuat di atas 9.100," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 20 Januari 2026.

IHSG

Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas melemah pada perdagangan Senin kemarin, seiring investor mencermati perkembangan terbaru terkait Greenland serta menanti rilis data ekonomi utama dari China. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menurun 0,65 persen, dan Topix terkoreksi 0,06 persen. Sedangkan, pasar saham Korea Selatan menguat, di mana indeks Kospi naik 1,32 persen dan Kosdaq menguat 1,44 persen. 

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,33 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,05 persen, dan CSI 300 China naik 0,05 persen.

Pada akhir pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump, terlibat adu pernyataan dengan para pemimpin Eropa terkait wilayah Arktik tersebut. Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa dan menuntut kendali atas Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark.

Para pemimpin Eropa menanggapi keras ancaman tersebut dengan menyebutnya sebagai tindakan yang “sepenuhnya keliru” dan “tidak dapat diterima”.

Di kawasan Asia, perhatian investor juga tertuju pada China yang dijadwalkan merilis data PDB 4Q, serta data penjualan ritel, investasi aset tetap perkotaan, dan produksi industri untuk periode Desember 2025.

"Support IHSG berada di level 9.040-9.100 sementara resist IHSG di rentang 9.170-9.200," ujarnya.

Sebagai informasi, pada Jumat pekan lalu indeks Utama Wall Street ditutup nyaris stagnan pada akhir perdagangan, atau menjelang libur Panjang akhir pekan karena pasar saham tutup pada hari Senin untuk libur Martin Luther King Jr.

Dow Jones Industrial Average turun 0,17 persen, S&P 500 melemah 0,06 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,06 persen. Sektor perawatan kesehatan turun 0,8 persen dan memimpin penurunan di antara sektor-sektor S&P 500.

Saham-saham produsen chip naik, dengan indeks semikonduktor naik 1,2 persen dan melanjutkan kenaikan. Bank-bank besar AS sebagian besar mencatatkan hasil yang solid minggu lalu, seiring dimulainya periode pelaporan S&P 500. Namun, saham-saham bank dan lembaga keuangan lainnya tertekan oleh kekhawatiran atas usulan Presiden AS, Donald Trump, untuk membatasi suku bunga kartu kredit selama satu tahun di angka 10 persen.