Jelajahi Pesona Wisata Makassar. dari Pantai Losari hingga Benteng Fort Rotterdam

Makassar, Pantai Losari, Wisata Makassar, wisata kuliner makassar, tempat wisata di Makassar, pantai losari kota makassar, wisata alam makassar, wisata sejarah makassar, liburan ke Makassar, liburan ke makassar kemana, tempat hits di Makassar, tempat wisata sejarah di makassar, Jelajahi Pesona Wisata Makassar. dari Pantai Losari hingga Benteng Fort Rotterdam, 1. Pantai Losari, Ikon Wisata Makassar, 2. Benteng Fort Rotterdam, Jejak Sejarah Kerajaan Gowa, 3. Pelabuhan Paotere, Jejak Kapal Pinisi, 4. Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa, Warisan Kerajaan Gowa, 5. Monumen Mandala, Simbol Perjuangan Pembebasan Irian Barat, 6. Makam Sultan Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur, 7. Masjid Tua Katangka, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, 8. Benteng Somba Opu, Sisa Kejayaan Maritim Gowa

Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, menyimpan banyak pesona wisata sejarah, budaya, dan bahari.

Kota yang dahulu dikenal dengan nama Ujung Pandang ini merupakan kota terbesar di Indonesia bagian timur sekaligus pintu gerbang menuju wilayah-wilayah eksotis seperti Maluku, Manado, hingga Papua.

Selain memiliki Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang modern dan Pelabuhan Makassar yang sibuk setiap hari, kota ini juga dikenal dengan keberagaman destinasi wisatanya.

Mulai dari Pantai Losari, Benteng Fort Rotterdam, hingga Benteng Somba Opu, semuanya menawarkan pengalaman yang khas dan penuh nilai sejarah.

1. Pantai Losari, Ikon Wisata Makassar

Lokasi: Jalan Penghibur, Makassar

Jam buka: Sepanjang hari

Tiket masuk: Gratis

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Makassar tanpa singgah di Pantai Losari. Namun, jangan berharap hamparan pasir putih seperti di pantai-pantai lainnya.

Pantai Losari justru memiliki tanggul dan pelataran sepanjang satu kilometer yang menjadi tempat favorit masyarakat menikmati pemandangan laut.

Di kawasan ini terdapat Anjungan City of Makassar dan Anjungan Pantai Losari, serta empat anjungan lain yang mewakili empat suku besar Sulawesi Selatan, yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar.

Di setiap anjungan terdapat miniatur khas daerah seperti patung penari Toraja, patung perempuan penenun Mandar, dan rumah adat khas masing-masing suku.

Tak jauh dari sana berdiri Masjid Terapung Amirul Mukminin dengan kubah dan menara biru yang indah.

Sementara di sisi selatan pelataran terdapat Anjungan Metro dengan 20 patung wajah tokoh legendaris Sulawesi Selatan, termasuk Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf, Andi Djemma, dan La Maddukelleng.

Menjelang sore, Pantai Losari menjadi tempat favorit untuk menyaksikan matahari terbenam yang memukau di ufuk barat—momen yang disebut banyak wisatawan sebagai pengalaman tak terlupakan di Makassar.

2. Benteng Fort Rotterdam, Jejak Sejarah Kerajaan Gowa

Makassar, Pantai Losari, Wisata Makassar, wisata kuliner makassar, tempat wisata di Makassar, pantai losari kota makassar, wisata alam makassar, wisata sejarah makassar, liburan ke Makassar, liburan ke makassar kemana, tempat hits di Makassar, tempat wisata sejarah di makassar, Jelajahi Pesona Wisata Makassar. dari Pantai Losari hingga Benteng Fort Rotterdam, 1. Pantai Losari, Ikon Wisata Makassar, 2. Benteng Fort Rotterdam, Jejak Sejarah Kerajaan Gowa, 3. Pelabuhan Paotere, Jejak Kapal Pinisi, 4. Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa, Warisan Kerajaan Gowa, 5. Monumen Mandala, Simbol Perjuangan Pembebasan Irian Barat, 6. Makam Sultan Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur, 7. Masjid Tua Katangka, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, 8. Benteng Somba Opu, Sisa Kejayaan Maritim Gowa

Benteng Fort Rotterdam di Kota Makassar

Jam buka: 08.00–15.30 WITA
Lokasi: Jalan Ujung Pandang, Makassar

Benteng Fort Rotterdam berdiri megah di tepi barat Makassar. Dari udara, bentuknya menyerupai penyu, sehingga juga disebut Benteng Pannyua. Filosofinya menggambarkan kejayaan Kerajaan Gowa yang mampu berkuasa di darat dan laut.

Benteng ini dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa IX dan awalnya bernama Benteng Ujung Pandang. Setelah penandatanganan Perjanjian Bungaya tahun 1667, benteng diserahkan kepada Belanda dan berganti nama menjadi Fort Rotterdam.

Kini, Fort Rotterdam menjadi salah satu objek wisata sejarah Makassar.

Di dalamnya terdapat Museum La Galigo yang memamerkan koleksi peninggalan kerajaan Sulawesi Selatan, benda purbakala, hingga pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia.

Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah ruang tahanan Pangeran Diponegoro, tempat sang pahlawan Jawa itu dikurung selama pengasingannya di Makassar.

3. Pelabuhan Paotere, Jejak Kapal Pinisi

Lokasi: Jalan Sabutung, Makassar

Jam buka: Sepanjang hari

Tiket masuk: Gratis

Hanya tiga kilometer dari Pantai Losari, terdapat Pelabuhan Paotere, pelabuhan bersejarah yang masih aktif hingga kini. Di sini, wisatawan dapat melihat deretan kapal pinisi yang ditambatkan rapi di dermaga.

Pelabuhan ini bukan hanya pusat kegiatan nelayan dan tempat pelelangan ikan (TPI), tetapi juga menjadi objek wisata bahari Makassar yang populer.

Menjelang sore, pemandangan matahari terbenam di Pelabuhan Paotere kerap menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam catatan sejarah, pada abad ke-14, Pelabuhan Paotere menjadi markas penting Kerajaan Gowa-Tallo, bahkan pernah mengirim 200 armada kapal pinisi ke Malaka untuk membantu mengusir penjajah Belanda.

4. Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa, Warisan Kerajaan Gowa

Makassar, Pantai Losari, Wisata Makassar, wisata kuliner makassar, tempat wisata di Makassar, pantai losari kota makassar, wisata alam makassar, wisata sejarah makassar, liburan ke Makassar, liburan ke makassar kemana, tempat hits di Makassar, tempat wisata sejarah di makassar, Jelajahi Pesona Wisata Makassar. dari Pantai Losari hingga Benteng Fort Rotterdam, 1. Pantai Losari, Ikon Wisata Makassar, 2. Benteng Fort Rotterdam, Jejak Sejarah Kerajaan Gowa, 3. Pelabuhan Paotere, Jejak Kapal Pinisi, 4. Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa, Warisan Kerajaan Gowa, 5. Monumen Mandala, Simbol Perjuangan Pembebasan Irian Barat, 6. Makam Sultan Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur, 7. Masjid Tua Katangka, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, 8. Benteng Somba Opu, Sisa Kejayaan Maritim Gowa

Pasukan kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan (baju merah) mengawal keranda Raja Gowa ke 38 ke masjid Tua Katangka untuk disholatkan sebelum dimakamkan. Jumat, (29/11/2024)

Lokasi: Jalan Sultan Hasanuddin 48, Sungguminasa, Kabupaten Gowa**

Kompleks Istana Tamalate dan Museum Balla Lompoa menjadi saksi kejayaan Kerajaan Gowa.

Istana Tamalate merupakan replika dari istana asli yang dibangun kembali pada 1980-an, sementara Balla Lompoa (berarti rumah kebesaran) adalah bangunan asli yang didirikan pada 1936 oleh Raja Gowa XXXI, I Mangngi-mangngi Daeng Matutu.

Kini, Balla Lompoa berfungsi sebagai museum yang menyimpan simbol-simbol kerajaan seperti mahkota, senjata, bendera kebesaran, dan naskah lontara.

Museum ini buka Senin–Kamis pukul 08.00–16.00 dan Jumat pukul 08.00–11.00, dengan donasi seikhlasnya.

5. Monumen Mandala, Simbol Perjuangan Pembebasan Irian Barat

Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman, Makassar

Dibangun antara 1994 hingga 1996, Monumen Mandala berdiri setinggi 75 meter untuk mengenang perjuangan merebut kembali Irian Barat dari Belanda pada 1962.

Operasi Mandala yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto atas perintah Presiden Soekarno menjadi tonggak penting sejarah bangsa.

Di lantai satu dan dua monumen ini, pengunjung dapat melihat relief perjuangan rakyat Makassar, sementara di lantai tiga terdapat ruang kerja Panglima Mandala, dan di lantai empat wisatawan dapat menikmati panorama kota dari ketinggian.

6. Makam Sultan Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur

Lokasi: Jalan Palantikan, Katangka, Kabupaten Gowa**

Jam buka: 08.00–17.00 WITA**

Di kompleks pemakaman raja-raja Gowa, terdapat makam Sultan Hasanuddin, pahlawan nasional berjuluk Ayam Jantan dari Timur.

Sultan Hasanuddin lahir pada 1629 dan wafat pada 12 Mei 1670, setelah memimpin selama 17 tahun.

Di sekitar area ini juga terdapat Makam Sultan Alaudin I, raja pertama yang menyebarkan Islam di Gowa, serta Batu Pallantikan, tempat pelantikan raja Gowa.

7. Masjid Tua Katangka, Masjid Tertua di Sulawesi Selatan

Lokasi: Jalan Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa

Masjid Tua Katangka atau Masjid Agung Syekh Yusuf merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan, dibangun pada 18 April 1603 Masehi di masa pemerintahan Sultan Alaudin I.

Masjid ini menjadi tempat ibadah sekaligus pusat penyebaran Islam bagi keluarga kerajaan dan masyarakat Gowa. Hingga kini, bangunan masjid masih berdiri kokoh, berdekatan dengan kompleks makam raja-raja Gowa.

8. Benteng Somba Opu, Sisa Kejayaan Maritim Gowa

Lokasi: Tepi barat Kota Makassar

Benteng Somba Opu menjadi saksi kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo di masa lampau. Benteng ini dibangun pada 1550 untuk melindungi pelabuhan dan rakyat Gowa dari ancaman luar.

Dulu, kawasan ini menjadi pusat perdagangan internasional, bahkan negara seperti Portugis, Inggris, Denmark, dan China memiliki perwakilan dagang di sana. Namun, setelah Perjanjian Bongaya 1667, benteng ini sebagian dihancurkan oleh VOC dan kejayaan Gowa pun meredup.

Kini, di dalam kawasan Benteng Somba Opu terdapat rumah adat dari berbagai suku di Sulawesi Selatan, seperti Bugis, Toraja, dan Mandar, serta Museum Karaeng Pattingalloang yang menyimpan artefak, senjata, dan pakaian tradisional dari masa kerajaan.

Makassar bukan hanya kota transit ke wilayah timur Indonesia, tetapi juga destinasi yang menawarkan wisata sejarah, budaya, dan bahari.

Dari Pantai Losari yang memukau hingga Benteng Somba Opu yang menyimpan sejarah kejayaan Gowa, kota ini layak menjadi tujuan utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.