Top 7+ Fakta Potongan Tubuh di Pantai Ketewel Bali, Polisi Uji DNA Keluarga WNA Ukraina
Penemuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos, kawasan Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, menggegerkan warga.
Polisi menduga potongan tubuh tersebut merupakan korban mutilasi. Sejumlah bagian tubuh ditemukan dalam kondisi membusuk dan bercecer di sekitar lokasi.
Hingga kini, aparat masih menyelidiki identitas korban melalui pemeriksaan forensik dan tes DNA.
Lantas, apa yang perlu diketahui dari penemuan mayat di Pantai Ketewel ini? Berikut tujuh fakta yang telah terungkap dari penyelidikan awal polisi:
Ditemukan di Muara Sungai Wos
Potongan tubuh manusia itu ditemukan pada Kamis, (26/2/2026), di muara Sungai Wos, kawasan Pantai Ketewel, Gianyar.
Penemuan pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas jogging di sekitar lokasi sekitar pukul 10.00 WITA.
Awalnya ditemukan potongan kepala
Warga awalnya menemukan potongan kepala dalam kondisi sudah membusuk.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sukawati.
Petugas bersama tim Inafis Polres Gianyar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Ditemukan beberapa bagian tubuh Lain
Dari hasil penyisiran tim gabungan di sekitar TKP, polisi menemukan beberapa bagian tubuh lainnya.
Bagian yang ditemukan antara lain kaki kanan, dada bagian atas, lengan, dan paha.
Selain itu, organ dalam tubuh korban juga ditemukan bercecer di sepanjang pinggir pantai.
"Dari penyisiran oleh tim gabungan ditemukan beberapa potongan tubuh di sekitar TKP," kata Kepala Seksi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita, dikutip dari , Jumat (27/2/2026).
Diduga korban mutilasi
Polda Bali menduga potongan tubuh tersebut merupakan korban mutilasi.
"Ya kita duga itu (temuan potongan tubuh) ya (korban) mutilasi," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Aria Sandy, Jumat (27/2/2026).
Meskipun demikian, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian.
Polisi periksa saksi dan rekaman CCTV
Untuk mengungkap kasus ini, polisi melakukan penyisiran lanjutan serta mengumpulkan informasi di sekitar lokasi.
"Tetap masih ada (pencarian potongan tubuh lainnya), termasuk kita mencari sumber, apa informasi-informasi ya di sekitarannya. Baik korban, apa saksi yang melihat atau bukti-bukti rekaman CCTV di sepanjang jalan atau di sekitaran TKP ditemukan potongan itu," ujar Sandy.
Identitas korban belum dipastikan
Hingga saat ini, identitas pemilik potongan tubuh tersebut belum dapat dipastikan.
Potongan tubuh masih menjalani pemeriksaan forensik di RSUP Prof Ngoerah.
Polisi menyebut kondisi jenazah yang sudah membusuk menyulitkan identifikasi secara visual.
Selain itu, perubahan warna kulit pada jenazah membuat identifikasi semakin sulit.
"Sehingga untuk menentukan ini warga mana, kita mencocokkan DNA," kata Sandy.
DNA dicocokkan dengan keluarga WNA Ukraina
Polisi juga melakukan pencocokan DNA dengan keluarga seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang dilaporkan menjadi korban penculikan di Bali.
Polda Bali telah berkoordinasi dengan Konsulat Ukraina untuk mengambil sampel DNA dari ibu korban.
"Jadi indikasi ada yang kehilangan, kemudian penculikan, memang yang yang muncul belakangan, yang terbaru adalah kasus penculikan itu ya, maka kita mencoba melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan pihak keluarga, bersedia tidak untuk dicocokkan DNA-nya dengan potongan tubuh yang kita temukan kemarin," jelas Sandy, dikutip dari , Jumat.
"Tes DNA-nya di sana dan nanti akan dikirimkan ke kita. Hasilnya nanti kita akan cocokkan dengan DNA penemuan potongan tubuh kemarin ini," sambungnya.
Selain itu, polisi juga membuka kemungkinan pencocokan dengan laporan orang hilang lainnya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan identitas maupun latar belakang kejadian tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang