Tenis Pantai Tumbuh seperti Padel di Indonesia, Media Baru Sosialisasi
Olahraga tenis pantai yang populer di Brasil mulai merambah Indonesia. Tenis pantai tak cuma jadi sarana olahraga tapi juga wadah untuk bersosialisasi.
Beach tennis alias tenis pantai mulai tumbuh di Italia pada era 1970-an. Olahraga ini lantas berkembang pesat di Brasil serta berbagai negara lain.
Tenis pantai kerap dianggap sebagai social sport yang memuncullkan kesempatan bagi pelakunya untuk berjejaring.
Dalam praktiknya, tenis pantai disebut mudah untuk dipelajari, persis seperti padel yang kini begitu digemari publik Indonesia.
Tenis pantai pun mulai merambah Indonesia. Baru-baru ini, FREEWILL Beach Tennis Experience digelar di Rekket Space, BSD, Tangerang Selatan, pada 9 Mei 2026 silam.
Pertumbuhan Tenis Pantai Mirip Padel
Ajang tenis pantai ini jadi kesempatan bagi pekerja kreatif, enterpreneur, dan brand bertemu dalam suasana olahraga yang cair.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20 peserta yang terdiri dari pelaku bisnis lintas industri.
“Beach tennis sekarang sangat populer di Brasil, bahkan pertumbuhannya mirip seperti padel di Indonesia," kata pendiri Rekket Space, Edwin Ivan Rulin, dalam sebuah keterangan tertulis.
"Olahraga ini enjoyable, mudah dipelajari, cocok untuk keluarga maupun pemula, tapi juga punya sisi kompetitif karena sudah ada turnamen internasionalnya."
"Kami ingin membawa beach tennis menjadi wadah baru bagi komunitas dan brand untuk berkolaborasi,” ucap Edwin Ivan Rulin.
Tenis pantai menjadi sarana untuk berolahraga sekaligus bersosialisasi. Ajang tenis pantai baru-baru ini digelar di Tangerang Selatan pada 9 Mei 2026.
Media Berjejaring Baru
Selain menyajikan aktivitas fisik, tenis pantai dan olahraga sejenis kini bertumbuh menjadi menjadi media berjejaring baru di kalangan entrepreneur muda dan pekerja kreatif.
Jalur olahraga dan komunitas dinilai bisa membangun koneksi yang lebih luwes, menggantikan konsep pertemuan formal kaku dan cenderung kurang membangun koneksi emosional.
“Kami melihat bahwa di era sekarang, interaksi digital sudah terlalu padat," ujar pendiri Allinsky Media sekaligus penggagas acara ini, Rivera Alinsky.
"Brand membutuhkan ruang untuk benar-benar terkoneksi secara manusiawi. FREEWILL kami bangun sebagai curated networking experience, di mana founders, creatives, dan brand bisa bertemu secara lebih natural, ” tutur Rivera Alinsky menambahkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang