Seorang Remaja Terseret Ombak Pantai Camara Pandeglang, Pencarian Memasuki Hari Kedua

terseret ombak, Banten, Pandeglang, Seorang Remaja Terseret Ombak Pantai Camara Pandeglang, Pencarian Memasuki Hari Kedua

Seorang remaja bernama Alvitrano Nurwahid Prasetyo (17) terseret ombak Pantai Camara, Desa Banyuasih, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (16/2/2026).

Alvitrano terseret ombak saat sedang berenang di pinggir pantai.

Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar Pantai Camara sejak Senin hingga hari ini, Selasa (17/2/2026).

"Remaja itu diketahui bernama Sammy Alvitrano Nurwahid Prasetyo (17), warga Tangerang," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Selasa, dilansir dari Antara.

Kronologi kejadian

Tim SAR gabungan terdiri atas Tim Rescue Kantor SAR Banten, Unit Siaga SAR Pandeglang, Polisi, TNI, Dinkes, nelayan dan relawan.

TIm SAR gabungan ini melakukan pencarian hingga hari kedua.

Menurut data sementara yang berhasil dihimpun, peristiwa kejadian kecelakaan laut terjadi pada Senin saat korban berenang dan kemudian terseret ombak di Pantai Camara Pandeglang.

Tim SAR hari pertama yang melakukan pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dan dilengkapi peralatan evakuasi, seperti rescue car, rubber boat, peralatan air, medis, komunikasi, dan drone thermal.

SRU I melakukan pemantauan darat dari lokasi kejadian ke arah barat hingga Pantai Bugel, sementara SRU II melakukan penyisiran ke arah timur sejauh satu kilometer.

Namun, hingga petang hari, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil hingga operasi SAR hari pertama dihentikan dengan hasil nihil.

Di hari kedua, pencarian kembali dilakukan oleh tim SAR gabungan yang dibagi menjadi III SRU.

SRU I melaksanakan pencarian di laut menggunakan rubber boat Basarnas dengan radius dua nautical mile dari lokasi kejadian.

Selanjutnya, SRU II melakukan penyisiran darat ke arah utara dan selatan masing-masing sejauh dua kilometer.

Sedangkan SRU III melakukan pencarian visual udara menggunakan drone thermal untuk memperluas jangkauan pemantauan.

"Kami menargetkan hari ini korban bisa ditemukan, karena cuaca normal dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter, sehingga memungkinkan pelaksanaan pencarian secara maksimal," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang