Isak Tangis Ibu Bertrand, Remaja yang Tewas Tertembak Polisi di Makassar: Kenapa Anak Saya Kena?

Duka mendalam menyelimuti kediaman Desi Manuhutu di Jalan Toddopuli I, Makassar. Putranya, Bertrand Eka Prasetyo (18), meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan senjata api milik seorang perwira polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Minggu (1/3/2026).
Desi, yang saat kejadian sedang berada di Jakarta, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kembali momen dirinya mendapat kabar pahit tersebut. Ia mempertanyakan prosedur penggunaan senjata api yang merenggut nyawa buah hatinya.
"Kenapa Anak Saya Kena?"
Saat ditemui di rumah duka pada Selasa (3/3/2026), Desi mengaku sempat dihubungi pihak kepolisian yang berada di rumah sakit. Saat itu, polisi menyebutkan bahwa Bertrand terlibat dalam konvoi yang berujung pada aksi tawuran.
"Ini bu, ada konvoi terus ada tawuran. Anakku katanya ketembak," ujar Desi menirukan ucapan polisi saat itu.
Mendengar penjelasan tersebut, Desi spontan melontarkan pertanyaan yang hingga kini masih mengganjal di hatinya. Ia menilai ada kejanggalan dalam prosedur tembakan peringatan yang diklaim pihak kepolisian.
"Kok bisa ketembak? Kalau polisi menembak itu ke atas (tembakan peringatan), kenapa anakku bisa kena? Berarti ini kesalahan, Pak," ungkap Desi dengan mata berkaca-kaca.
Hingga kini, Desi mengaku tidak berani melihat video kejadian yang beredar luas.
"Saya tidak berani melihat videonya. Cuma yang nonton bilang, ada diseret dan ditembak," tambahnya pedih.
Jenazah Bertrand tiba di Makassar pada Senin dini hari setelah menjalani proses otopsi atas permintaan keluarga. Desi menyebutkan terdapat beberapa luka fisik yang terlihat pada tubuh anaknya.
"Mukanya sudah bengkak, ada benjolan. Terus kepalanya kayak berdarah, tapi tidak bisa dibuka (karena sudah dipakaikan baju)," jelas Desi.
Meski pihak keluarga sempat ingin memeriksa bekas tembakan secara detail, hal itu urung dilakukan karena kondisi jenazah yang baru saja diotopsi.
Kronologi Versi Saksi Mata
Seorang saksi mata berinisial DN (21) membeberkan detik-detik sebelum letusan senjata api terdengar di depan Cafe Ur Mine (UM), Jalan Toddopuli Raya, sekitar pukul 07.00 WITA.
Menurut DN, awalnya terjadi perkelahian antara kelompok korban dengan kelompok lawan. Di tengah keributan tersebut, sebuah mobil pribadi datang dari arah Jalan Hertasning.
"Tidak lama itu, ada datang polisi dari Hertasning. Pakai mobil biasa. Terus tidak lama itu, dia turun, angkat senjata tembak satu kali, terus saya lari masuk," kata DN.
DN mengaku tidak melihat langsung saat peluru mengenai Bertrand karena langsung menyelamatkan diri. Namun, saat ia mengintip ke luar, Bertrand sudah diangkat oleh orang-orang di lokasi.
"Keterangan yang lain dia bilang ada darah," tuturnya.
Penjelasan Kapolrestabes Makassar
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa anggota Unit Reskrim Polsek Panakkukang berinisial Iptu N mendatangi lokasi setelah ada laporan warga mengenai aksi remaja yang bermain senapan water jelly dan mencegat pengendara.
Arya menyebutkan, Iptu N berupaya mengamankan Bertrand yang diduga melakukan tindakan keras kepada pengendara motor. Namun, terjadi pergulatan saat Bertrand mencoba melepaskan diri.
"Waktu itu anggota turun dari mobil langsung melakukan penangkapan, pegang pelaku sambil mengeluarkan tembakan peringatan. Ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang," jelas Arya, Selasa malam.
Desakan LBH Makassar
Insiden ini mendapat perhatian serius dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Kepala Advokasi LBH Makassar, Muhammad Ansar, menilai tindakan tersebut diduga kuat melanggar prosedur penggunaan senjata api.
"Tindakan ini tidak hanya melanggar prosedur, tetapi merupakan perbuatan melawan hukum yang harus dipertanggungjawabkan secara pidana dan etik," tegas Ansar.
LBH Makassar mendesak agar:
- Pelaku (Iptu N) segera dinonaktifkan.
- Proses hukum dilakukan secara transparan melalui jalur pidana, bukan hanya kode etik.
- Pemberian hukuman yang tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
Saat ini, Iptu N telah diamankan beserta senjata apinya untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam dan Satreskrim Polrestabes Makassar.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan Tribun-Timur.com dengan judul Bertrand Eka Prasetyo Meninggal Ditembak Polisi, Saksi: Awalnya Ada Perkelahian
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang