Anak 7 Tahun Diduga Disiksa di Surabaya, Dibawa ke Jakarta lalu Ditinggal di Pasar Kebayoran Lama

MK (7), anak perempuan yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di lorong Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga mengalami penyiksaan oleh ayah kandungnya saat masih berada di Surabaya.
Dugaan ini muncul setelah penyelidikan awal menunjukkan bahwa MK dan ayahnya berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, menggunakan kereta api menuju Jakarta pada Senin (9/6/2025) dan tiba pada Selasa (10/6/2025).
Sementara MK ditemukan di lorong pasar pada Rabu (11/6/2026).
“Penanganan akan diambil alih Bareskrim, karena TKP penganiayaan di Surabaya,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Murodih saat dikonfirmasi, Rabu (11/6/2025).
Kasus kekerasan terhadap anak ini terungkap setelah MK ditemukan tertidur dengan hanya beralaskan kardus di lorong pasar.
Wajahnya penuh luka bakar, dan di bawah matanya terlihat memar. MK kemudian dibawa petugas Satpol PP ke Puskesmas Cipulir 2 untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan petugas puskesmas, Eko, MK mengaku kelaparan namun kesulitan makan karena wajahnya sering dipukul oleh sang ayah.
Pemeriksaan medis menemukan luka serius, termasuk patah tulang pada bahu dengan kondisi tulang mencuat keluar dari kulit.
“Ternyata setelah dibuka ini tulangnya nongol keluar. Jadi bekas dipelintir. Itu mungkin sudah lama. Jadi sudah hitam,” kata Eko.
Setelah kasus ditangani lebih lanjut, penyelidikan dipusatkan ke Surabaya sebagai lokasi dugaan penganiayaan. Saat ini, penyelidikan berada di bawah Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Perempuan dan Anak (TPPO-TPPA) Bareskrim Polri.
Direktur TPPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Nurul Azizah mengatakan, pihaknya juga memperluas pencarian orangtua MK ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kami melakukan pelacakan ke sejumlah wilayah selain di Daerah Khusus Jakarta (DKJ), yaitu di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya, Senin (16/6/2025).
MK sempat menyebut bahwa ayahnya bernama Yusuf Arjuna, sedangkan ibunya bernama Siti dan telah meninggal dunia. Informasi ini kini tengah diverifikasi melalui kerja sama lintas lembaga.
Selain investigasi lapangan dan pelacakan administratif, Bareskrim juga melibatkan forensik digital serta pendekatan psikologis terhadap MK yang masih sulit diajak bicara.
“Kami berharap Ananda MK segera dapat disembuhkan agar dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengungkapan kasus ini,” ujar Komisioner KPAI, Kawiyan.
Pada Sabtu (14/6/2025), MK menjalani operasi ortopedi di RS Bhayangkara Polri untuk memperbaiki luka pada bahu dan lengan kanannya
. Saat ini kondisinya secara fisik mulai menunjukkan kemajuan, meski secara psikis masih tertutup.
“Prinsip perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan yang kami lakukan,” tegas Nurul.
SUMBER: (Penulis: Hanifah Salsabila / Editor: Abdul Haris Maulana)