Kenapa Daging Steak Perlu Resting? Ini Penjelasan Chef
Aroma steik yang baru diangkat dari panggangan memang menggoda untuk langsung disantap. Namun, jangan buru-buru dipotong atau dimakan.
Aussie Beef Mates MLA sekaligus Chef Partner Union Group, Cork & Screw, Bar Luca dan Salira, Fernando Sindu mengatakan daging perlu di-resting atau diistirahatkan terlebih dahulu.
"Dagingnya harus diistirahatkan dahulu sebelum dipotong," kata Fernando dalam acara demo memasak di Ranch Market, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).
Bukan sekadar menunggu, proses ini ternyata berperan besar dalam menentukan cita rasa dan tekstur akhir daging. Lalu, kenapa steik perlu di-resting?
Kenapa harus resting daging steak?
Beri waktu daging untuk "bernapas"
Sajian steak dengan cocolan chimichurri ala Chef Fernando Sindu, di Lotte Shopping Avenue, Kamis (16/4/2026). Setelah daging steik dimasak, perlu diistirahatkan alias resting sebelum dipotong. Apa alasannya? Simak penjelasan chef berikut.
Kata Fernando, daging yang baru selesai dimasak harus diistirahatkan supaya memberikan "napas" kepada daging.
Daging yang diberi "napas", lanjutnya, akan mengumpulkan jusnya di satu sisi. Dengan demikian, ketika dipotong, jus yang ada pada daging tidak ikut keluar.
"Kalau tidak diistirahatkan, jusnya langsung keluar saat dipotong karena dia tidak diberi waktu untuk bernafas. Kalau kita diamkan terlebih dahulu, jusnya bisa menyebar ke bagian-bagian daging, jadis saat dipotong, jusnya tidak akan keluar, meskipun (tingkat kematangan steik) medium rare," terangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang