Bikin Bumbu Halus Pakai Air vs Minyak? Ini Saran Chef
Saat membuat bumbu halus untuk masakan, entah itu bumbu merah ataupun kuning, beberapa orang memilih menggunakan campuran air ataupun minyak untuk membantu menghaluskan bumbu di dalam mesin penghalus.
Penambahan campuran minyak ataupun air ini bertujuan sebagai pelumas supaya bumbu bisa halus secara merata.
"Ada satu metode yang menjadi perdebatan saat membuat bumbu halus, apakah lebih baik menggunakan campuran minyak atau air?" kata Aussie Beef Mates MLA sekaligus Chef Partnet Union Group, Cork & Screw, Bar Luca dan Salira, Fernando Sindu dalam acara demo memasak di Ranch Market, Lotte Shopping Avenue, Kamis (16/4/2026).
Lantas, campuran mana yang lebih baik untuk menghaluskan bumbu, menggunakan air atau menggunakan minyak?
Bikin bumbu halus pakai air vs minyak?
Menurut Chef Fernando, untuk menghaluskan bumbu yang akan ditumis, sebaiknya menggunakan campuran minyak.
"Saya percaya, toh kita akan menumis juga, jadi lebih baik menggunakan minyak, sehingga minyak itu menjadi bagian dari menumis bumbu," kata Fernando.
Kuliner khas Jawa Timur yang khas Malang Raya berbahan dasar tempe, Mendol. Setelah tempe dihancurkan kasar kemudian dicampur dengan bumbu halus seperti bawang putih, ketumbar, kencur, daun jeruk, dan cabai.
Lain halnya dengan bumbu yang tidak ditumis, seperti membuat gulai yang langsung dicampur dengan santan, bisa menggunakan campuran air.
Kendati demikian, kata Fernando, membuat bumbu halus dengan campuran minyak bukanlah hal yang salah. Sebab, setiap hidangan yang dibuat di suatu daerah biasanya punya sejarah dan nilai.
"Makanan yang ada di daerah-daerah Indonesia biasanya punya sejarahnya, jadi kita harus menghormati pilihan atau metode yang dipakai," ujar Fernando.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang