Beras Jepang Makin Mahal Tembus Rp 430 Ribu, Warga Beralih ke Mi dan Roti
Konsumsi beras masyarakat Jepang mengalami penurunan ke level terendah dalam tujuh tahun terakhir.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran konsumen dari makanan pokok di Jepang setelah kurangnya pasokan beras dan lonjakan harga yang meningkat.
Dilansir dari , Data Organisasi Rice Stable Supply Support Organization menunjukkan rata-rata konsumsi beras orang di Jepang yang turun 6,1 persen menjadi 4.435 gram pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Perubahan tren konsumsi beras di Jepang
Angka tersebut menjadi yang terendah sejak tahun fiskal 2018 ketika rata-rata konsumsi beras mencapai 4.426 gram.
Penurunan in juga terlihat dibanding tahun fiskal 2024 yang mencapai 4.722 gram per orang per bulan.
Sementara itu, di kalangan rumah tangga yang mencakup 66 persen populasi, konsumsi beras bahkan turun 8,2 persen menjadi 2.929 gram.
Data ini menunjukkan tren penurunan konsumsi beras di Jepang masih terus berlanjut dalam satu dekade terakhir.
Harga beras di Jepang yang mulai melonjak sejak musim panas 2024 setelah cuaca panas ekstrem menyebabkan hasil panen musim sebelumnya menurun.
Akibatnya krisis pasokan membuat harga beras naik menjadi lebih dari 4.000 yen per 5 kilogram jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni sekitar 2.000 yen saja.
Kenaikan harga tersebut, membuat sebagian konsumen Jepang mulai mencari alternatif makanan pokok lainnya seperti mi, pasta dan roti.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Pengamat industri menilai bahwa pola konsumsi tersebut terjadi disebabkan oleh tingginya biaya pangan yang terus meningkat.
Meski produksi beras Jepang meningkat pada 2025 dan harga mulai menurun, namun minat masyarakat terhadap beras belum tentu langsung membaik.
“Karena harga bahan makanan lain juga meningkat, sulit membayangkan minat konsumen untuk membeli beras saja akan kembali naik” ujar seorang pejabat perusahaan grosir.
Fenomena ini menjadi perhatian pemerintah karena beras selama ini dianggap sebagai makan pokok masyarakat Jepang yang tidak luput dari menu makan sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang