Tips Simpan Buah dan Sayur Selama Ramadhan agar Tetap Segar Lebih Lama

Tips Simpan Buah dan Sayur Selama Ramadhan agar Tetap Segar Lebih Lama

Untuk makan sahur maupun berbuka saat Ramadhan, kita biasanya menyetok buah dan sayur.

Dengan begitu, buah maupun sayur bisa segera disiapkan atau dimasak, tanpa harus membelinya terlebih dahulu, guna menghemat waktu.

Jika sudah membeli banyak sayur dan buah, maka perhatikan cara penyimpanannya agar tetap awet dan tidak mudah busuk.

Berikut tips menyimpan buah dan sayur selama Ramadhan agar tetap segar lebih lama.

1. Simpan dalam kondisi kering

Sayuran sebaiknya disimpan dalam keadaan kering. Kondisi basah atau lembap dapat memicu pertumbuhan jamur dan membuat teksturnya cepat lembek.

Tips Simpan Buah dan Sayur Selama Ramadhan agar Tetap Segar Lebih Lama

Ilustrasi sayuran

Sebelum dimasukkan ke kulkas, pastikan sayuran sudah dicuci bersih dan dikeringkan menggunakan lap bersih atau tisu dapur.

2. Bungkus dengan kantong plastik

Gunakan kantong plastik untuk menjaga kelembapan tetap stabil. Sayuran yang terlalu lembap akan mudah layu.

Untuk jenis sayuran keras, potong bagian yang tebal terlebih dahulu, lalu simpan dalam kantong plastik atau wadah tertutup agar lebih tahan lama.

3. Pisahkan buah penghasil gas etilen

Beberapa buah dan sayur seperti apel, pisang, pir, dan kentang menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan bahan lain di sekitarnya.

Agar tidak cepat membusuk, pisahkan buah-buahan tersebut dari jenis lain yang lebih sensitif terhadap gas etilen.

4. Simpan buah matang di kulkas

Buah seperti alpukat, nanas, dan mangga bisa dibiarkan pada suhu ruangan hingga matang.

Namun, setelah matang, segera pindahkan ke kulkas untuk memperlambat proses pembusukan.

Buah matang umumnya dapat bertahan dua hingga tiga hari lebih lama jika disimpan di lemari pendingin.


5. Bekukan buah dan sayuran

Metode pembekuan bisa menjadi solusi untuk mencegah pembusukan. Pastikan buah dan sayuran dalam kondisi matang sebelum dibekukan.

Tips Simpan Buah dan Sayur Selama Ramadhan agar Tetap Segar Lebih Lama

Ilustrasi buah-buahan.

Kupas dan potong sesuai kebutuhan, lalu tata di atas loyang berlapis kertas perkamen tanpa saling menumpuk.

Setelah membeku, simpan dalam kantong plastik tertutup atau wadah kedap udara. Cara ini dapat membuatnya bertahan hingga tiga bulan.

6. Simpan jeruk dan jahe di kulkas

Jeruk, jahe, dan kunyit dapat bertahan lebih lama jika disimpan di kulkas.

Sebaliknya, lemon cenderung tidak bertahan lama bila disimpan terlalu lama di dalam lemari pendingin.

7. Jangan menyimpan terlalu banyak

Menumpuk terlalu banyak bahan makanan di kulkas atau lemari dapur dapat menghambat sirkulasi udara.

Sirkulasi yang buruk memengaruhi kelembapan dan berpotensi memicu pertumbuhan jamur. Pastikan ada ruang cukup agar udara dapat mengalir dengan baik.

8. Simpan dengan air

Dikutip dari Eating Well, beberapa sayuran dapat bertahan lebih lama jika disimpan dengan bantuan air.

Ganti air setiap dua hingga tiga hari sekali agar tetap bersih. Masukkan akar daun bawang ke wadah berisi air dalam posisi berdiri di suhu ruangan.

Potong ujung asparagus dan simpan dalam segelas air seperti buket bunga. Wortel utuh dapat disimpan dalam wadah tertutup berisi air.

Batang seledri yang dibelah dua juga dapat direndam dalam air untuk menjaga kesegarannya.

9. Bungkus dengan handuk

Sayuran berdaun hijau seperti selada sebaiknya dibungkus dengan handuk sebelum dimasukkan ke kantong plastik.

Handuk membantu menyerap kelembapan berlebih sehingga daun tidak cepat rusak.

10. Simpan di lemari dapur

Tidak semua sayur dan buah harus disimpan di kulkas. Wortel, asparagus, brokoli, serta kentang dapat disimpan pada suhu ruang di tempat yang kering.

Beberapa jenis ini relatif tidak mudah membusuk meski berada di suhu kamar.

Dengan memahami karakter masing-masing buah dan sayur, Anda bisa menentukan metode penyimpanan yang tepat.

Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi pemborosan sekaligus menjaga kualitas bahan makanan tetap optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang