Lupa Niat Puasa Ramadhan, Apakah Puasa Tetap Sah?

Hari ini, Senin (23/2/2026), memasuki hari kelima puasa Ramadhan 1447 H.
Umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa ketika memasuki bulan suci Ramadhan.
Perintah untuk menunaikan ibadah puasa ini jelas tertulis dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya juga bersabda:
"Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10-700 kali. Allah berfirman: Kecuali puasa karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang membalasnya. Dia meninggalkan kesenangan dan makananya karena-Ku."
Dalam menjalani ibadah Ramadhan selama satu bulan penuh, Muslim harus membaca niat puasa Ramadhan.
Namun terkadang, seseorang lupa tidak niat berpuasa dan tiba-tiba hari sudah siang.
Lalu, bagaimana hukumnya?
Hukum lupa tidak niat puasa
Dilansir dari Kompas.com (17/3/2023), niat menempati posisi sangat penting dalam Islam. Bahkan, dalam sebuah hadis dikatakan bahwa sebuah amalan tergantung pada niatnya.
"Dari Umar bin Khattab, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan."
Untuk ibadah puasa, Syeikh Muhammad Qosim Al Ghazi dalam Fathul Qarib memasukkan niat ke dalam syarat sah atau rukun, bersama dengan menahan hal-hal yang membatalkan puasa.
Artinya, puasa tersebut tidak sah apabila tidak diawali dengan niat.
Namun, lantaran niat merupakan aktivitas hati, maka tidak wajib bagi umat Islam untuk mengucapkannya.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Syeikh Abu Bakar Syatha dalam I'anah at-Talibin.
"Niat itu dengan hati dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi, disunnahkan untuk mengucapkannya," tulis Syeikh Abu Bakar Syatha.
Kapan waktu terbaik melafalkan niat puasa?
Dilansir dari laman Lembaga Fatwa Mesir, Dr Ali Jum'ah Muhammad mengatakan, ada perbedaan pendapat terkait waktu niat.
Beberapa ulama berpendapat bahwa niat wajib diucapkan setiap malam hari selama Ramadhan sebelum terbitnya fajar.
Tapi ulama lain berpendapat bahwa waktu niat puasa lebih panjang, yakni ketika matahari terbenam hingga sebelum tengah hari berikutnya.
Artinya, seseorang bisa mengucapkan niat hingga sebelum waktu Dzuhur.
Di samping itu, mazhab Maliki berpendapat, bahwa niat cukup dilakukan satu kali untuk puasa satu Ramadhan penuh.
Dari berbagai pendapat di atas, Dr Ali Jum'ah mengatakan bahwa niat puasa pada setiap malam Ramadhan lebih utama untuk diutamakan.
Apabila seorang Muslim takut jika suatu hari lupa tidak melafalkan niat puasa, maka bisa ditambahkan niat untuk puasa satu bulan penuh yang dilakukan di malam pertama Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang