Tips Menyimpan Ikan Supaya Tetap Segar dan Baunya Tidak Menyengat

kulkas, daging ikan, Tips Menyimpan Ikan Supaya Tetap Segar dan Baunya Tidak Menyengat

Membeli ikan segar di pasar atau supermarket memang menyenangkan, apalagi kalau membayangkan bakal diolah jadi ikan bakar atau sup yang menggugah selera.

Namun, masalah klasik sering muncul setelah kita sampai di rumah, bagaimana cara menyimpannya agar kesegarannya terjaga dan bau amisnya tidak memenuhi seluruh isi kulkas?

Ternyata, sekadar memasukkan ikan ke dalam chiller saja tidak cukup. Ikan adalah salah satu bahan makanan yang paling cepat rusak. 

Mengutip dari riset dan panduan kuliner di laman Serious Eats, suhu ideal kulkas rumah tangga kita sebenarnya masih kurang dingin untuk menjaga ikan tetap dalam kondisi prima.

Berikut adalah tips menyimpan ikan supaya tetap segar, teksturnya tidak hancur, dan baunya tidak menyengat:

1. Suhu adalah kunci utama

Tahukah kamu kalau suhu kulkas standar biasanya disetel pada 3°C hingga 4°C? Padahal, menurut pakar kuliner di Serious Eats, ikan sebaiknya disimpan pada suhu yang mendekati 0°C.

Ikan hidup di air yang dingin, sehingga bakteri yang ada pada tubuhnya tetap aktif meski berada di suhu kulkas biasa. Untuk menyiasatinya, kamu bisa menggunakan bantuan es batu.

Letakkan ikan di atas wadah yang berisi es batu (atau ice packs) untuk menjaga suhu tetap stabil di titik nol derajat.

2. Teknik drainase yang benar

Salah satu kesalahan fatal adalah membiarkan ikan terendam di dalam cairan atau darahnya sendiri di dalam wadah tertutup. Cairan ini akan mempercepat proses pembusukan dan memicu bau menyengat.

Gunakan wadah yang memiliki saringan (colander) di dalamnya. Letakkan ikan di atas saringan, lalu letakkan saringan tersebut di dalam wadah yang lebih besar berisi es batu.

Dengan begitu, cairan dari ikan akan jatuh ke bawah dan tidak merendam daging ikan.

3. Bungkus rapat dengan plastik

Udara adalah musuh bagi kesegaran ikan. Oksidasi bisa membuat lemak ikan menjadi tengik dan bau. 

Sebelum disimpan, keringkan permukaan ikan dengan tisu dapur (paper towel), lalu bungkus rapat menggunakan plastic wrap atau masukkan ke dalam plastik ziplock. Pastikan kamu mengeluarkan sebanyak mungkin udara dari dalam plastik sebelum menutupnya.


4. Bersihkan segera setelah dibeli

Jika kamu membeli ikan utuh, pastikan bagian insang dan isi perutnya sudah dibersihkan sebelum masuk kulkas. 

Bagian dalam perut ikan mengandung banyak enzim dan bakteri yang bisa merusak daging ikan dari dalam dalam hitungan jam. Ikan yang sudah bersih dan kering akan bertahan jauh lebih lama daripada ikan yang disimpan dalam kondisi kotor.

5. Jangan simpan terlalu lama

Meskipun kamu sudah menggunakan teknik penyimpanan yang paling canggih, ikan segar sebaiknya segera diolah dalam waktu 1 hingga 2 hari setelah pembelian. 

Jika kamu berencana memasaknya lebih dari dua hari kemudian, pilihan terbaik adalah menyimpannya di dalam freezer (pembeku).

Dikutip dari panduan Serious Eats, menjaga ikan tetap dingin bukan hanya soal rasa, tapi juga soal tekstur. 

Ikan yang disimpan di suhu yang kurang dingin akan kehilangan elastisitas ototnya, sehingga saat dimasak dagingnya mudah hancur dan terasa berkapur.

Dengan menerapkan teknik penyimpanan menggunakan bantuan es batu dan pembuangan cairan yang tepat, ikan kamu akan tetap segar seolah baru saja diambil dari laut, dan kulkas kamu pun akan bebas dari bau amis yang mengganggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang