Top 5+ Porsi Buah dan Sayur Ternyata Belum Optimal untuk Jantung

buah dan sayur, flavanol, kesehatan jantung, makanan sehat, 5 Porsi Buah dan Sayur Ternyata Belum Optimal untuk Jantung

 Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Food & Function menemukan bahwa mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari yang selama ini dianjurkan sebagai upaya menjaga kesehatan jantung belum tentu cukup untuk memberikan perlindungan optimal terhadap penyakit kardiovaskular.

"Sebagian besar orang menganggap bahwa mengonsumsi banyak buah dan sayur sudah mencukupi kebutuhan ini, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan spesifik yang Anda buat jauh lebih penting daripada sekadar jumlah totalnya," ujar peneliti utama, Dr Javier Ottaviani, dikutip dari BBC, Selasa (9/6/2026).

Penelitian yang melibatkan lebih dari 30.000 peserta di Amerika Serikat dan Inggris menemukan bahwa kurang dari satu dari lima orang memperoleh asupan flavanol harian yang dianggap bermanfaat untuk kesehatan jantung, dilansir dari Medical News Today, Selasa (9/6/2026).

Kondisi ini bahkan ditemukan pada sebagian orang yang rutin mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari.

Flavanol merupakan senyawa alami yang terdapat pada berbagai bahan pangan nabati. Senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta mendukung fungsi jantung.

Tidak semua buah dan sayur memberikan manfaat yang sama

Para peneliti menilai bahwa kualitas pilihan buah dan sayur sama pentingnya dengan jumlah yang dikonsumsi.

buah dan sayur, flavanol, kesehatan jantung, makanan sehat, 5 Porsi Buah dan Sayur Ternyata Belum Optimal untuk Jantung

buahan dan sayur

Meski kampanye lima porsi per hari tetap relevan, kandungan nutrisi dalam setiap jenis buah dan sayur ternyata sangat beragam.

Profesor Gunter Kuhnle dari University of Reading menjelaskan bahwa berbagai buah dan sayur menawarkan manfaat yang berbeda di luar kandungan vitamin dan mineralnya.

Ia menegaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan dan kematian.

"Sehingga penting untuk mengidentifikasi cara-cara untuk menurunkan risiko penyakit tersebut,” kata Gunter dilansir dari Medical News Today, Selasa (9/6/2026).

Menurut penelitian tersebut, rata-rata asupan flavanol masyarakat masih berada di bawah angka yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan jantung.

Akademi Nutrisi dan Dietetik Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi flavanol sekitar 400-600 miligram per hari, dilansir dari Medical News Today, Selasa (9/6/2026).

Buah dan sayur kaya flavanol

Peneliti menemukan sejumlah bahan pangan yang mengandung flavanol lebih tinggi dibandingkan buah dan sayur lain.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/6/2026), berikut adalah sejumlah bahan pangan yang mengandung flavanol lebih tinggi dibandingkan buah dan sayur lain:

  1. plum
  2. cranberry
  3. blackberry
  4. teh hijau
  5. kacang fava
  6. ceri
  7. apel dengan kulitnya
  8. stroberi
  9. blueberry
  10. kacang pinto

Dalam daftar yang dipublikasikan peneliti, plum menjadi salah satu sumber flavanol tertinggi. Selain itu, teh hijau juga disebut sebagai minuman yang dapat membantu meningkatkan asupan senyawa tersebut.


Cara meningkatkan asupan flavanol

Ahli gizi, Monique Richard menyarankan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada jumlah porsi makanan sehat yang dikonsumsi, tetapi juga memperhatikan keragaman jenis pangan nabati.

buah dan sayur, flavanol, kesehatan jantung, makanan sehat, 5 Porsi Buah dan Sayur Ternyata Belum Optimal untuk Jantung

Ilustrasi pola makan sehat

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain, membiarkan kulit apel dan pir tetap menempel setelah dicuci bersih, mengonsumsi teh hijau atau teh hitam secara rutin, menambahkan blackberry dan blueberry ke dalam yogurt atau salad, serta menjadikan anggur beku sebagai camilan.

Richard juga menyarankan konsumsi kakao dan cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi sebagai salah satu sumber flavanol tambahan.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa flavanol bukan satu-satunya zat yang berperan menjaga kesehatan jantung.

Menurut Dell Stanford dari British Heart Foundation (BHF), kandungan flavanol pada setiap produk pangan tidak selalu sama, dilansir dari BBC, Selasa (9/6/2026).

Besarnya kandungan senyawa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti tempat tanaman tumbuh, kondisi cuaca, tingkat kematangan saat dipanen, serta proses penyimpanan dan pengolahan makanan.

"Sebagian kecil flavanol diserap langsung oleh tubuh. Bakteri di usus membantu memecah flavanol menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan tubuh, tetapi setiap orang memiliki bakteri usus yang berbeda sehingga manfaat flavanol yang diperoleh juga dapat bervariasi," ujar Stanford, dikutip dari BBC, Selasa (9/6/2026).

Meski begitu, BHF dan British Nutrition Foundation menegaskan bahwa rekomendasi utama untuk menjaga kesehatan jantung tetap sama, yakni menjalani pola makan seimbang dengan mengonsumsi beragam jenis buah dan sayuran setiap hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang