Cara Agar Tetap Terhidrasi Meski Berpuasa, Begini Aturan Minum Air Putih di Bulan Ramadhan
Menjaga asupan cairan saat puasa Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman. Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini dapat memicu dehidrasi, lemas, sakit kepala, hingga gangguan konsentrasi.
Sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami cara minum cukup air saat puasa Ramadhan agar tubuh tetap bugar sepanjang hari. Scroll untuk info lebih lanjut yuk!
Kunci utama menjaga hidrasi selama puasa bukan hanya soal jumlah air yang diminum, tetapi juga pola dan strategi konsumsinya. Tubuh memiliki mekanisme penyerapan cairan yang optimal ketika asupan dilakukan secara bertahap.
Melansir dari NDTV, Kamis, 19 Februari 2026, berikut panduan menjaga hidrasi di bulan Ramadhan.
Ilustrasi Minum Air Putih
1. Penuhi kebutuhan cairan 8 hingga 10 gelas per hari
Kebutuhan cairan orang dewasa umumnya sekitar 2 liter per hari, atau setara dengan 8 hingga 10 gelas air. Saat puasa, jumlah ini tetap perlu dipenuhi, hanya saja waktu konsumsinya dipindahkan ke antara waktu berbuka dan sahur. Pastikan Anda membaginya secara merata sepanjang malam.
2. Gunakan pola minum bertahap
Alih-alih langsung minum dalam jumlah besar saat berbuka, lebih baik Anda memulainya dengan 1 hingga 2 gelas air putih. Setelah itu, lanjutkan minum secara bertahap setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur. Pola ini membantu tubuh menyerap cairan lebih efektif serta mengurangi risiko kembung.
3. Jangan lewatkan minum saat sahur
Sahur merupakan waktu penting untuk mempersiapkan tubuh menghadapi puasa seharian. Pastikan Anda minum minimal 2 gelas air saat sahur. Anda juga bisa menambahkan satu gelas air setelah bangun tidur sebelum makan sahur untuk menambah cadangan cairan tubuh.
4. Pilih makanan tinggi kandungan air
Selain air putih, Anda dapat membantu hidrasi dengan mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan air seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, tomat, dan selada. Sup bening juga bisa menjadi pilihan karena mengandung cairan sekaligus elektrolit alami.
5. Batasi minuman berkafein dan tinggi gula
Minuman seperti kopi, teh berkafein, dan minuman bersoda dapat meningkatkan produksi urine sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minuman tinggi gula juga dapat memicu rasa haus berlebih. Jika Anda terbiasa mengonsumsi kopi, batasi jumlahnya dan imbangi dengan tambahan air putih.
6. Perhatikan warna urine sebagai indikator hidrasi
Cara sederhana untuk mengetahui apakah Anda cukup minum saat puasa Ramadhan adalah dengan memperhatikan warna urine. Warna kuning pucat menandakan hidrasi yang baik, sedangkan warna kuning pekat atau gelap bisa menjadi tanda Anda kekurangan cairan.
7. Hindari makanan terlalu asin dan pedas
Makanan dengan kandungan garam tinggi dapat meningkatkan rasa haus di siang hari. Begitu pula makanan yang terlalu pedas. Mengurangi konsumsi jenis makanan ini saat berbuka dan sahur dapat membantu Anda merasa lebih nyaman saat menjalani puasa.
Menjaga kecukupan cairan saat puasa Ramadhan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Membagi waktu minum secara teratur, memilih jenis minuman yang tepat, serta menghindari faktor pemicu dehidrasi, Anda dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh yang tetap segar dan berenergi. Pastikan Anda mulai menerapkan pola ini sejak awal Ramadhan agar tubuh lebih cepat beradaptasi.