Bahas Nasib Nurul Akmal yang Kini PPPK Paruh Waktu, KONI Aceh Akan Temui Gubernur Mualem

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyebut akan menemui Gubernur Aceh Muzakkir Manaf (Mualem) untuk membahas nasib Nurul Akmal yang kini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Sebagai informasi, Nurul Akmal, lifter tingkat internasional asal Aceh, merasa kecewa dengan status PPPK Paruh Waktu lantaran tidak seberuntung atlet berprestasi lainnya yang diangkat perwira TNI, Polri, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sekretaris KONI Aceh, Ahyar mengatakan sejatinya pernah merekomendasi Nurul Akmal untuk bekerja di suatu bank daerah tahun 2020-2022. Namun, hal itu tidak pernah terwujud.
Meski begitu, kini KONI akan berbicara lagi dengan Gubernur Aceh Mualem dan Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir untuk membahas nasib Nurul Akmal.
"Pilihan paling pas menurut kami saat itu menjadi karyawan bank. Bank Aceh milik pemerintah, jadi menurut kami dengan bantuan dua petinggi Aceh, bisalah Nurul bekerja di sana," kata Ahyar, pada Sabtu (31/1/2026).
Namun sebelum itu, ia juga mengaku akan berbicara terlebih dahulu dengan Nurul Akmal.
"Kita tanyakan dulu kesediaannya, apakah mau di bank atau tetap di PPPK Paruh Waktu di Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh," tukas Ahyar.
Ayah Nurul Akmal Pernah Temui Mualem, tapi Hasilnya Nihil
Ayah Nurul Akmal, Hasballah pun pernah menemui Gubernur Aceh Mualem, Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir Syamaun, serta Ketua KONI Aceh Saiful Bahri (Pon Yahya) pada November 2025.
"Saya minta agar dibuatkan formasi khusus untuk Nurul agar bisa menjadi PNS. Jawaban Sekda Nasir saat itu, Nurul sudah dipikirkan. Namun, belakangan saya tahu dari Nurul, dia hanya PPPK Paruh Waktu," terang Warga Desa Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, itu melalui sambungan telepon, Sabtu (31/1/2026).
Hasballah mengaku menghabiskan waktu selama sebulan di Banda Aceh hanya untuk menemui para pejabat agar prestasi putrinya dihargai dengan status PNS.
Namun, harapan itu kandas setelah mengetahui Nurul hanya diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu di Pemerintah Aceh.
"Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini," kata Hasballah.
Profil dan Prestasi Nurul Akmal
Nurul Akmal lahir di Aceh pada 12 Februari 1993. Ia merupakan atlet angkat besi +87 kg.
Bakat Nurul Akmal mulai tercium saat ia duduk di bangku kelas satu SMA pada 2010.
Saat itu, pelatih lifter Aceh, Efendi Eria, menemukan bakat terpendam Nurul ketika melihatnya sedang mengangkut padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong.
Ketekunannya berlatih membawanya menjadi lifter putri pertama Indonesia yang mampu lolos di kelas berat pada Olimpiade 2020 Tokyo.
Catatan ini spesial karena Indonesia biasanya hanya meloloskan atlet di kelas ringan.
Selain itu, Nurul menjadi atlet asal Aceh pertama yang tampil di Olimpiade setelah penantian selama 33 tahun.
Deretan prestasi internasional Nurul Akmal mulai dari medali emas Asian Games 2018 (test event), medali perak Islamic Solidarity Games 2017, hingga raihan medali perak di SEA Games 2021 dan 2023.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "", "Nasib Nurul Akmal: KONI Aceh Pernah Rekomendasikan ke Bank Daerah, tetapi Tak Terwujud", dan "Nasib Nurul Akmal: Cetak Sejarah di Olimpiade, Kini Hanya PPPK Paruh Waktu"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang