Banjir Aceh Parah, Gubernur Mualem: Seakan Mengalami Tsunami Kedua...

Aceh, banjir aceh, banjir di aceh, bencana Aceh, longsor aceh, banjir di aceh 2025, Banjir Aceh Parah, Gubernur Mualem: Seakan Mengalami Tsunami Kedua..., Terisolasi, Komunikasi Putus, Jalan Nasional Tidak Bisa Dilewati, 12 Tower Listrik Roboh, Hercules hingga Helikopter Dikerahkan, “Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”, PLN Kerahkan Kekuatan Nasional untuk Pemulihan

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan paket sembako dari PT PLN (Persero) untuk masyarakat yang terdampak banjir besar di Aceh.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis di Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh, Merduati, Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) dini hari.

Bantuan logistik ini akan langsung disalurkan ke wilayah-wilayah yang masih terendam banjir dan terisolasi. Mualem menegaskan bahwa bantuan akan diprioritaskan ke titik-titik paling kritis.

“Daerah-daerah yang terdampak banjir seperti Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen sudah kita antar bantuan semalam. Yang ini kita fokuskan ke Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur,” kata Gubernur.

Terisolasi, Komunikasi Putus, Jalan Nasional Tidak Bisa Dilewati

Setelah penyerahan bantuan, Mualem langsung mengecek kesiapan PLN dalam pemulihan suplai listrik yang terputus akibat banjir dan longsor. Menurutnya, kondisi di lapangan sangat serius.

Sejumlah wilayah yang parah terdampak masih sulit dijangkau karena jaringan komunikasi padam dan jalan nasional terputus.

“Kami akan gunakan kapal untuk mengantar logistik. Data kita belum lengkap karena komunikasi terputus, sementara informasi melalui radio menyebutkan banyak korban termasuk desa-desa di Aceh Utara yang hilang dan belum diketahui statusnya,” ujarnya.

Sejumlah laporan menyebutkan ada kampung yang “tenggelam” dan belum tersentuh bantuan sejak banjir melanda.

12 Tower Listrik Roboh, Hercules hingga Helikopter Dikerahkan

Aceh, banjir aceh, banjir di aceh, bencana Aceh, longsor aceh, banjir di aceh 2025, Banjir Aceh Parah, Gubernur Mualem: Seakan Mengalami Tsunami Kedua..., Terisolasi, Komunikasi Putus, Jalan Nasional Tidak Bisa Dilewati, 12 Tower Listrik Roboh, Hercules hingga Helikopter Dikerahkan, “Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”, PLN Kerahkan Kekuatan Nasional untuk Pemulihan

Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status darurat bencana hidrometerologi setelah 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir hingga longsor, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan sedikitnya 12 tower transmisi listrik roboh akibat banjir bandang dan longsor.

“Di Juli ada lima tower kami yang tumbang. Kemarin di Takengon juga bertambah, dan ada di Langsa. Total saat ini 12 tower tumbang,” ujar Eddi.

PLN mengerahkan berbagai armada untuk mempercepat pemulihan, termasuk:

  • Pesawat Hercules
  • Helikopter dari Halim
  • Tim teknis dari berbagai provinsi
  • Tower emergency yang dibawa melalui jalur udara dan darat

“Besok, insyaallah, bersama Pak Gubernur dan Direktur Utama, kami akan mencoba masuk ke Juli yang masih terisolasi. Empat helikopter dari Halim diperkirakan tiba di Bandara SIM pukul 15.00–16.00 WIB,” katanya.

PLN juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk membuka akses jalan menuju titik kerusakan berat, khususnya di Aceh Tengah.

“Material sudah siap, tapi kesulitan terbesar kami adalah mobilisasi karena jalan belum bisa dilewati dan kapasitas genset terbatas,” ujarnya.

“Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”

Pada hari yang sama, Gubernur Mualem memimpin Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM). Apel tersebut melibatkan PLN, TNI, Polri, Basarnas, dan unsur pemerintah daerah.

Mualem menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan tanpa jeda.

“Pastikan seluruh personel memahami tugas masing-masing. Buka akses, buka jalan, dan percepat pengantaran logistik. Semakin cepat logistik sampai ke lokasi bencana,” kata Mualem.

Ia menggambarkan situasi Aceh saat ini sangat kritis.

“Aceh seakan mengalami tsunami kedua. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” ucapnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan personel, mengingat banyak titik rawan longsor dan banjir susulan.

PLN Kerahkan Kekuatan Nasional untuk Pemulihan

Aceh, banjir aceh, banjir di aceh, bencana Aceh, longsor aceh, banjir di aceh 2025, Banjir Aceh Parah, Gubernur Mualem: Seakan Mengalami Tsunami Kedua..., Terisolasi, Komunikasi Putus, Jalan Nasional Tidak Bisa Dilewati, 12 Tower Listrik Roboh, Hercules hingga Helikopter Dikerahkan, “Aceh Seakan Mengalami Tsunami Kedua”, PLN Kerahkan Kekuatan Nasional untuk Pemulihan

Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status darurat bencana hidrometerologi setelah 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir hingga longsor, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025.

Dalam apel tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memimpin langsung koordinasi pemulihan kelistrikan di Aceh. Ia mengaku prihatin atas skala kerusakan yang terlihat di lapangan.

“Empat hari lalu kami turun langsung melakukan observasi. Tower-tower roboh, jaringan padam total. Tapi kami melihat satu hal yaitu rakyat Aceh tidak pernah menyerah. Itu membuat kami semakin yakin bahwa pemulihan ini harus dilakukan secara total,” ujarnya.

Upaya pemulihan melibatkan koordinasi erat antara:

  • TNI AU dengan dua pesawat Hercules untuk membawa tower emergency
  • TNI AD dan Polri dalam pembukaan akses jalan dan pengawalan tim
  • Basarnas serta pemerintah daerah untuk distribusi logistik

“Demi Aceh, kami bekerja kompak. Polisi dan TNI mengawal pergerakan kami. TNI AD membantu logistik, TNI AU membantu mobilisasi udara. Ini kerja kolektif yang luar biasa,” kata Darmawan.

Selain itu, PLN mengirimkan 220 unit genset ke berbagai titik kritis, memastikan akses BBM, serta menyiapkan bantuan sosial melalui zakat pegawai dan program CSR.

Banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir telah melanda 18 kabupaten/kota di Aceh, memutus akses jalan nasional, merendam ribuan rumah, melumpuhkan listrik, dan membuat ratusan desa terisolasi. Banyak warga masih bertahan di lokasi pengungsian atau memilih mengungsi ke tepi jalan nasional.

Dengan keterbatasan akses, helikopter, kapal, dan jalur darat menjadi satu-satunya harapan untuk pengiriman bantuan.

Pemerintah Aceh bersama PLN, TNI, dan Polri menegaskan bahwa operasi kemanusiaan akan terus dilakukan selama 24 jam tanpa henti.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang