Residivis Spesialis Rumah Mewah Ditangkap, Ternyata Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon

Tabir gelap kasus pembunuhan tragis anak anggota Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, MAHM (9), akhirnya terungkap. Pelaku yang teridentifikasi sebagai pria berinisial HA (31) ternyata merupakan seorang residivis pencurian rumah mewah yang beraksi lintas wilayah.
HA diringkus polisi saat kembali mencoba membobol sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, di Kelurahan Ciwedus, Jumat (2/1/2026).
Penangkapan ini menjadi kunci terbukanya aksi keji pelaku sebelumnya yang menewaskan anak politisi Maman Suherman pada pertengahan Desember lalu.
Kronologi Penangkapan: Bersembunyi di Bawah Mobil
Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menjelaskan bahwa penangkapan bermula saat Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah Roisyudin memergoki kehadiran pria asing di ruang tamu sekitar pukul 11.55 WIB. Pelaku yang panik sempat mengejar dan mengancam saksi dengan senjata tajam jenis pisau.
"Petugas gabungan dari Polsek Cilegon, Resmob Polres Cilegon, dan Polda Banten melakukan penyisiran menyeluruh ke setiap sudut rumah. Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di bawah kolong mobil di dalam garasi," ujar Firman kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).
Saat diamankan, polisi menemukan sejumlah alat bukti kejahatan, termasuk pemanas gembok yang dibawa pelaku untuk membongkar brankas.
Diketahui, ini adalah aksi kedua HA di rumah tersebut setelah sebelumnya berhasil menggasak perhiasan namun gagal membawa kabur brankas yang berat.
Residivis dan Karyawan Perusahaan Ternama
Hal yang mengejutkan adalah latar belakang pelaku.
Berdasarkan kartu identitas (SIM) dan kartu anggota serikat pekerja yang ditemukan, HA tercatat sebagai warga Palembang, Sumatera Selatan, yang bekerja di perusahaan manufaktur petrokimia ternama di Ciwandan, Cilegon.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana, yang juga kerabat dari korban pencurian, mengaku heran dengan motif pelaku mengingat penghasilannya sebagai karyawan swasta tergolong cukup.
"Dilihat dari kartu anggota serikat, dia karyawan perusahaan ternama. Padahal gajinya lumayan, tapi kok masih mencuri? Sepertinya dia memang residivis pencurian rumah mewah dan spesialis rumah kosong yang ditinggal penghuninya," kata Dede.
Kaitan dengan Pembunuhan Anak Politisi PKS
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa HA adalah pelaku tunggal dalam kasus kematian MAHM (9) di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III pada 16 Desember 2025 lalu.
Dalam peristiwa memilukan tersebut, korban ditemukan bersimbah darah di kamarnya dengan 22 luka di tubuh. Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, merinci bahwa 19 di antaranya merupakan luka akibat senjata tajam dan 3 lainnya akibat benda tumpul di bagian fatal seperti leher dan dada.
"Setelah diperiksa, ternyata pelaku ini juga yang melakukan aksi pembunuhan di BBS III," tegas Kompol Firman Hamid.
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menambahkan bahwa HA memang mengincar rumah-rumah bagus di kawasan elite.
Polisi memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah Maman Suherman saat kejadian pembunuhan, yang memperkuat dugaan adanya motif lain selain perampokan saat aksi tersebut dipergoki oleh korban.
Kini, HA terancam hukuman berat atas serangkaian tindak kriminal yang dilakukannya. Polisi akan menjerat tersangka dengan pasal berlapis terkait pencurian dengan pemberatan (Curat) sesuai Pasal 363 KUHP dan pasal pembunuhan berencana atau penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian anak di bawah umur.
Hingga saat ini, tim penyidik Resmob Polda Banten masih mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan pencurian spesialis rumah mewah ini.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunBanten.com dengan judul Pelaku Pembunuhan Bocah Anak Politisi PKS Tertangkap saat Tepergok Bobol Rumah Eks Dewan Cilegon
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang