Detik-detik Bocah 9 Tahun Anak Dewan Pakar PKS Tewas Ditusuk di Cilegon, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Detik-detik pembunuhan terhadap anak Dewan Pakar di DPW PKS Cilegon, diungkap polisi.
Ternyata, korban bernama Muhammad Axle (9), sempat melakukan perlawanan sengit sebelum akhirnya meregang nyawa akibat serangan pelaku, HA. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten membeberkan, peristiwa tragis itu terjadi pada 16 Desember 2025 di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan Perumahan BBS 3, Cilegon.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Dian Setyawan mengatakan, pelaku berinisial HA mendatangi rumah korban dengan niat melakukan pencurian. Rumah tersebut dipilih secara acak.
”Pelaku adalah pelaku tunggal, melakukan pencurian di rumah yang dijadikan sasaran secara acak. Modusnya adalah yang bersangkutan memencet bel sampai 3-4 kali, apabila tidak ada yang merespons dianggapnya itu adalah rumah kosong,” katanya, dikutip Selasa, 6 Januari 2026.
Barang bukti kasus pembunuhan anak dewan pakar PKS di Kota Cilegon
Dian mengungkapkan, rentang waktu kejadian berlangsung relatif singkat, yakni antara pukul 13.17 WIB hingga 13.42 WIB. Setelah memencet bel rumah sebanyak empat kali tanpa respons, pelaku langsung masuk ke area rumah dengan memanjat tiang di samping pos satpam.
Pelaku kemudian menuju lorong sebelah kiri dan mencongkel jendela kamar asisten rumah tangga. Menurut Dian, aksi pelaku tergolong rapi dan terencana. Selain menyiapkan berbagai alternatif rencana, pelaku juga menggunakan perlengkapan lengkap untuk menghindari identifikasi, mulai dari masker, helm full face, sepatu, hingga sarung tangan.
Dari kamar asisten rumah tangga, pelaku masuk ke lantai satu rumah dan menemukan sebuah brankas besar. Upaya membuka brankas tersebut gagal. Pelaku lalu naik ke lantai dua dan mendapati korban sedang bermain telepon genggam di atas kasur di salah satu kamar.
”Pelaku memberikan kode (kepada korban) untuk diam. Selanjutnya sempat nanya Ayahmu dimana? Korban sempat menjawab, keluar. Tahu kunci brankas ditaruh di mana? Korban sempat menjawab, tidak tahu,” tutur Dian.
Korban kemudian menyebut kakaknya yang berada di kamar lain kemungkinan mengetahui keberadaan kunci brankas. Namun, pelaku justru merangkul korban dan membawanya ke kamar utama. Pelaku semula berniat melakban korban. Namun, situasi berubah ketika korban melakukan perlawanan.
”Korban melakukan perlawanan yaitu dengan cara 2 kali menendang kemaluan pelaku, menendang lutut dan siku. Dari situ pelaku langsung menusuk korban,” kata Dian.
Usai menyerang korban, pelaku tidak serta-merta kabur. Ia kembali turun ke lantai satu menuju lokasi brankas. Di area tersebut, polisi menemukan bercak darah. Karena kembali gagal membobol brankas, pelaku akhirnya melarikan diri melalui kamar asisten rumah tangga dan melompati pagar rumah.
Meski kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di dalam rumah korban dalam kondisi tidak berfungsi, polisi berhasil mengantongi rekaman CCTV dari sekitar lokasi. Dari rekaman tersebut, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna biru dan hitam.
Ia mengenakan helm berwarna biru, jaket hitam, celana jeans, serta sepatu safety. Rekaman menunjukkan pelaku masuk ke rumah korban pada pukul 13.17 WIB dan keluar pada pukul 13.42 WIB.
Untuk diketahui, peristiwa tragis mengguncang Kota Cilegon, Banten. Seorang bocah berusia 9 tahun dilaporkan tewas akibat luka tusuk senjata tajam.
Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh jajaran Polsek Cilegon Kota. Adapun peristiwa itu terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025. Polisi menerima laporan adanya korban penusukan yang dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon.
Kapolsek Cilegon Kota, Komisaris Polisi Firman Hamid, menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Saat ini Polsek Cilegon Kota bersama Satreskrim Polres Cilegon telah melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif. Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” ujarnya dikutip Rabu, 17 Desember 2025.