Istri AKBP B Ikut Diperiksa Setelah Suaminya Tersangkut Kasus Kematian Dosen Untag
Istri sah AKBP B kini ikut terseret dalam proses penyidikan terkait kematian dosen Untag Semarang, DLL.
Perempuan suaminya tengah terseret kasus itu dimintai keterangan setelah DLL ditemukan tewas tanpa busana di kamar kostel kawasan Gajahmungkur, Semarang.
Polisi memeriksa istri AKBP B sebagai saksi untuk mengungkap penyebab kematian dosen muda berusia 35 tahun tersebut.
Kasus ini bermula saat AKBP B menjadi orang pertama yang mengetahui DLL dalam kondisi tak bernyawa pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 05.40 WIB.
Istri AKBP B Ikut Diperiksa Polisi
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto memastikan bahwa istri sah AKBP B sedang menjalani pemeriksaan.
Ia mengatakan keberadaan istri AKBP B menjadi perhatian penyidik setelah dosen muda yang disebut berhubungan dengan suaminya itu ditemukan tewas.
Menurut Artanto, istri AKBP B masih dimintai keterangan oleh polisi.
"Untuk sementara masih kita minta informasi dengan harapan untuk meyakini proses penyidikan maupun kronologi peristiwanya," katanya.
Kondisi Kesehatan DLL Sebelum Tewas
Di sisi lain, Artanto menjelaskan bahwa DLL sudah mengalami sakit dua hari sebelum ditemukan meninggal di kamar kostel nomor 210.
Ia membenarkan bahwa AKBP B sempat membawa DLL ke rumah sakit satu hari sebelum kematian Dwinanda.
"Kami membenarkan bahwa AKBP B ini satu hari sebelum saudari D meninggal sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan," jelas Artanto.
Hasil medis menunjukkan tekanan darah DLL mencapai 190 dan kadar gula 600.
DLL juga sempat mengonsumsi obat-obatan dari dokter di rumah sakit.
"Setelah dilakukan pengobatan di rumah sakit tentunya telah diberikan obat-obat tertentu," kata Kombes Pol Artanto.
Hubungan Pribadi DLL dan AKBP B Terungkap
Sebelumnya DLL ditemukan tewas tanpa busana di kamar kostel di Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur.
Belakangan terungkap bahwa DLL dan AKBP B tinggal bersama di sebuah kamar hotel di kawasan tersebut.
Kastubi, kerabat DLL, sempat mendengar langsung keluhan DLL mengenai status pernikahan Basuki.
"Karena dia pernah bilang 'lho polisi itu punya istri apa gak ?'. 'Punya, tapi sudah pisah', bukan cerai," kata Kastubi.
Perbedaan usia keduanya juga pernah menjadi pembahasan.
"'Wo iki sopo ?'. 'Pacarku'. Terus aku bilang, 'kok tua ?'. Dia ketawa," katanya.
Dugaan sementara, DLL meninggal karena sakit, meski polisi tetap menelusuri penyebab pastinya.
Istri AKBP B Belum Tampil ke Publik
Walau sudah dimintai keterangan, hingga kini istri AKBP B belum muncul ke hadapan publik.
Hubungannya dengan AKBP Bpun menjadi tidak jelas setelah pengakuan AKBP B yang menyebut sudah berpisah dari istrinya tanpa adanya perceraian.
Menurut kuasa hukum keluarga DLL, Zainal Abidin Petir, DLL bahkan sudah dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) AKBP B.
"Jelas pelanggaran, perwira menengah yang masih punya keluarga kemudian memasukan wanita masih bujangan di KK-nya. Orang penegak hukum kok," katanya.
Petir menjelaskan bahwa alasan AKBP B memasukkan DLL ke KK adalah agar mudah mengurus perpindahan KTP dari Purwokerto ke Semarang.
"Kalau memang mau bantu supaya mudah ada domisili di Semarang kan bisa KK tersendiri, kan boleh," kata Petir.
Namun AKBP B justru memasukkan DLL ke dalam KK yang sama dengan istri dan anaknya.
"Kenapa kok KK-nya itu AKBP B, istrinya, anaknya, terus baru itu (DLL)," katanya.
Dalam KK tersebut, status DLL tercantum sebagai keluarga lain.
"Hubungan keluarganya itu family lain," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "Nasib Istri AKBP Basuki, Ikut Diperiksa Setelah Suaminya Berhubungan Dengan Dosen Untag".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.