Fakta Terbaru Kematian Kasus Timothy Anugerah: Universitas Udayana Tegaskan Bukan Karena Tekanan Skripsi!
Media sosial masih dihebohkan dengan kabar seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) yang meninggal pada Rabu, 15 Oktober 2025. Banyak dari publik yang bertanya-tanya terkait kasus ini.
Baru-baru ini Universitas Udayana (Unud) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kematian tragis mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bernama Timothy Anugerah Saputra. Dalam pernyataan resminya, universitas menegaskan bahwa almarhum belum memasuki tahap penulisan tugas akhir tersebut.
Rektorat Kampus Universitas Udayana Bali
Ketua Unit Komunikasi Publikasi Universitas Udayana, Dewi Pascarini menjelaskan bahwa Timothy adalah mahasiswa angkatan 2022 yang memang belum sampai pada fase skripsi.
"Berdasarkan keterangan yang kami terima, proses pembimbingan skripsi secara formal baru berjalan sekitar 20 hari dan telah dilakukan pembimbingan sebanyak dua kali," kata Dewi, dikutip VIVA Selasa, 21 Oktober 2025.
"Proses pembimbingan berjalan dengan baik, sangat komunikatif dan dosen pembimbing selalu mengakomodir topik yang diajukan almarhum," tambahnya.
Meski skripsi ditegaskan bukan faktor penyebab kematian, universitas maupun aparat kini menyoroti dugaan perundungan (bullying) yang terjadi pada Timothy sebelum kejadian tragis. Rekaman screenshot sebuah percakapan daring menunjukkan bahwa terdapat kelompok mahasiswa yang menertawakan dan mengejek korban setelah kematiannya.
Sebagai respons, pihak kampus telah menetapkan beberapa langkah:
- Menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
- Identifikasi mahasiswa yang terlibat dalam percakapan perundungan.
- Menegaskan sanksi tegas, termasuk pencopotan dari jabatan organisasi - mahasiswa dan usulan sanksi akademik hingga drop out (DO) bagi pelaku
Timothy dilaporkan meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 4 gedung FISIP Unud. Meski demikian, kampus memastikan bahwa penyebab langsung kematian masih dalam penyelidikan bersama kepolisian dan sedikitnya 19 saksi telah diperiksa.
Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra
Universitas menekankan bahwa kematian almarhum bukan akibat tekanan skripsi seperti yang banyak dikabarkan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan publik terhadap budaya kampus, terutama terkait isu bullying antar-mahasiswa.
Pihak keluarga korban serta masyarakat mengharapkan agar proses investigasi berlangsung dengan transparan dan profesional. Banyak yang menekankan bahwa kampus dan aparat harus memastikan tidak ada unsur pengabaian.