Jejak Digital Whip Pink Menghilang Usai Penyelidikan Kasus Kematian Lula Lahfah

whip pink, Lula Lahfah, Jejak Digital Whip Pink Menghilang Usai Penyelidikan Kasus Kematian Lula Lahfah

Akun media sosial penjual produk whip pink tiba-tiba tidak dapat diakses oleh publik, seiring dengan penemuan barang bukti terkait kematian selebgram Lula Lahfah, kekasih YouTuber Reza Arap, di Apartemen Essence Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Penutupan akun ini memicu banyak perhatian warganet, terutama setelah whip pink disebutkan sebagai salah satu barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah menjelaskan, bahwa sejumlah barang bukti ditemukan di apartemen Lula, di antaranya adalah tabung whip pink, obat-obatan pribadi, seprai dengan bercak darah, tisu diduga dengan bercak darah, vape, dan empat botol cairan.

"Kami memastikan bahwa barang-barang tersebut memang milik saudari LL. Kami telah mendapatkan DNA pembanding dari keluarga dekatnya," ujar Iskandarsyah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Penyelidikan fokus ke whip pink

Tabung berwarna pink ini menjadi sorotan publik, meski semua barang bukti masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, penyelidikan beralih dari pengamanan lokasi kejadian ke tahap pembuktian ilmiah, yang melibatkan pemeriksaan laboratorium forensik.

Kompol Irfan Rofiq dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mengungkapkan, bahwa barang bukti yang diperoleh untuk pemeriksaan meliputi seprai putih yang diduga memiliki bercak darah, beberapa tisu dan kapas, sebuah kotak obat-obatan warna pink, serta tabung whip pink seberat 2.050 gram.

Hingga kini, polisi belum mencapai kesimpulan mengenai isi tabung tersebut dan menegaskan tidak ada alat lain yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Kami tidak menemukan balon atau alat pendukung lainnya, yang ditemukan hanya tabung tersebut di kamar asisten rumah tangga," tambah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Walaupun proses penyelidikan kematian Lula Lahfah telah dihentikan, pihak berwenang tetap melakukan pengawasan terhadap produk whip pink yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.

Polisi telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan.

"Meskipun kami menghentikan penyelidikan ini, kami tetap akan mengawasi peredaran dan potensi penyalahgunaan tabung nitrous oxide," kata Budi.

Ia juga mengungkapkan bahwa platform daring yang sebelumnya menjual whip pink telah melakukan take down akun mereka setelah munculnya sorotan publik.

"Kami akan mendalami dari mana produk tersebut dipesan. Ada satu platform yang sebelumnya menjual, namun kini telah menurunkan websitenya," ujarnya.

Namun, aparat menegaskan bahwa perhatian publik tidak dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan hukum.

Apa isi whip pink?

Whip pink adalah cream charger yang berisi gas nitrous oxide (N₂O), yang secara legal digunakan dalam dunia kuliner untuk pembuatan whipped cream.

Dalam dunia medis, gas ini dikenal sebagai penenang ringan yang harus digunakan dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

Sampai awal tahun 2026, nitrous oxide belum termasuk dalam kategori narkotika atau psikotropika sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.

Namun, penggunaan di luar peruntukannya dapat dianggap sebagai penyalahgunaan.

Dalam konteks kematian Lula Lahfah, penyidik belum menemukan bukti penggunaan atau alat yang mendukung di tempat kejadian.

Pada pantauan terakhir, akun resmi whip pink dengan nama pengguna @whippink.co di Instagram, TikTok, dan Facebook telah hilang dari peredaran.

Keterangan di platform tersebut menyatakan bahwa akun itu tidak tersedia di Indonesia dan diturunkan atas permintaan hukum dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Meski demikian, situs resmi whippink.com masih bisa diakses, dengan pernyataan yang menegaskan bahwa produk ini hanya untuk keperluan kuliner dan dilarang untuk dihirup atau disalahgunakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang