Devano Danendra Angkat Suara soal Kasus Kematian Timothy Anugerah

Devano Danendra
Devano Danendra

 Kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah Saputra, masih menjadi topik hangat yang mengundang perhatian publik luas. Tragedi yang diduga berkaitan dengan tindakan perundungan (bullying) itu tak hanya menyedihkan masyarakat, tetapi juga memantik reaksi dari sejumlah figur publik, salah satunya artis sekaligus penyanyi muda Devano Danendra.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Devano mengaku tak sanggup lagi berdiam diri melihat kasus semacam ini terus berulang. Ia menilai bahwa perundungan, baik secara fisik maupun verbal, merupakan tindakan kejam yang bisa menghancurkan mental seseorang hingga kehilangan arah hidup. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Devano Danendra

“Susah rasanya untuk diam dan tidak bersuara di kasus ini. Kejadian ini tidak hanya sekali dua kali terjadi di negara kami, bahkan puluhan kasus, ratusan atau ribuan yang terjadi tapi mungkin tidak ketahuan,” tulis Devano yang dikutip dari Instagramnya @iamdevano pada Selasa, 21 Oktober 2025. 

Dalam pernyataannya, Devano berharap tragedi yang menimpa Timothy dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Menurutnya, bullying adalah bentuk kekerasan yang nyata dan tidak boleh dianggap sepele. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup untuk menebus dampak yang ditimbulkan dari perilaku tersebut.

“Saya berharap teman-teman semua bisa belajar dari kejadian ini, bahwa bullying adalah tindakan yang paling jahat yang bisa membuat mental teman kalian bahkan fisik kalian berantakan dan hilang arah,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Devano juga menegaskan pentingnya penegakan hukum agar pelaku perundungan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Buat saya minta maaf saja tidak cukup. Hukum seperti ini harus berjalan dengan baik agar teman-teman sekalian bisa sadar akan memilah milih tindakan mana yang salah dan tindakan mana yang baik dilakukan,” tulisnya lagi.

Penyanyi yang juga dikenal sebagai anak dari Iis Dahlia itu menutup pesannya dengan doa dan harapan agar tidak ada lagi korban akibat tindakan perundungan. Ia menyerukan agar semua orang lebih peka terhadap dampak dari kata-kata dan perbuatan mereka terhadap orang lain.

“RIP Timothy Anugerah. Tidak ada yang pantas disakiti karena menjadi dirinya sendiri. STOP BULLYING. Hal kecil seperti bullying perlu disadari sebagai tindakan kriminal, verbal maupun nonverbal,” tegas Devano.