Polres Karawang Periksa 5 Saksi Kasus Kematian Rido, Anak Disabilitas Korban Pengeroyokan
Polres Karawang, Jawa Barat, memeriksa lima saksi terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan Rido Pulanggar (15), anak disabilitas asal Purwakarta.
Rido sebelumnya sempat dirawat dalam kondisi kritis usai dihakimi massa karena dikira pencuri, sebelum akhirnya meninggal dunia pada Kamis (13/11/2025).
Kuasa hukum keluarga korban, Aris Nurjaman, mengatakan Rido mengembuskan napas terakhir di RSUD Bayu Asih Purwakarta sekitar pukul 12.40 WIB.
“Anak Rido (R) meninggal sekitar pukul 12.40,” ujar Aris di Purwakarta.
Sebelum meninggal, Rido menjalani perawatan intensif di RSUD Karawang sejak Rabu (5/11/2025). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta karena kondisinya terus menurun akibat luka parah di kepala dan paha.
Aris menuturkan, penyebab pasti kematian Rido masih menunggu hasil otopsi yang akan dilakukan di RS Sartika Asih Bandung.
“Kami ingin hasil otopsi menjadi dasar yang kuat untuk menuntut keadilan bagi Rido,” kata Aris.
Polisi Periksa 5 Saksi
Kasus ini kini naik ke tahap penyidikan. Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengatakan pihaknya telah memeriksa lima saksi untuk dimintai keterangan.
“Saat ini kita sudah dalam tahap penyidikan dan kita akan memanggil lima saksi untuk dimintai keterangan,” ujar Wildan, Kamis (13/11/2025).
Selain memeriksa saksi, polisi juga telah meminta keterangan keluarga korban serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
“Kita akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku,” tambahnya.
Wildan mengimbau masyarakat agar turut membantu penyelidikan dengan memberikan informasi bila mengetahui hal terkait peristiwa ini.
“Kita butuh bantuan masyarakat untuk mengungkap kasus ini,” katanya.
Ia menegaskan, Polres Karawang berkomitmen menuntaskan kasus ini dengan seadil-adilnya karena telah menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat.
Kronologi dan Kondisi Korban
Peristiwa pengeroyokan terhadap Rido terjadi pada Rabu (6/10/2025) dini hari di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang. Bocah tunagrahita itu dipukuli warga setelah kedapatan masuk ke rumah seseorang dan tidak mampu menjawab pertanyaan karena keterbatasan komunikasi.
Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Kesehatan Karawang, Asep Riyadi, mengatakan awalnya korban dibawa ke RSUD Karawang sekitar pukul 04.00 WIB.
“Awalnya anak tersebut disampaikan sebagai Mr X. Namun setelah dicek, ternyata anak disabilitas yang pernah Dinsos tangani,” kata Asep.
Keluarga Berduka dan Tuntut Keadilan
Kakak korban, Pesta Garleta, mengatakan adiknya merupakan anak tunagrahita yang kesulitan berkomunikasi dan hidup tanpa orangtua sejak kecil.
“Saya mohon bantuannya, saya dari keluarga juga seadanya, karena dia gak ada ortunya, diangkat ibu saya dari kecil,” ujarnya di RSUD Karawang.
Menurut Pesta, Rido sering pergi tanpa pamit hingga ke wilayah Karawang. Di Purwakarta, warga sudah memahami kondisinya, namun warga Karawang tidak mengenalnya.
“Kemarin masuk lagi ke rumah orang, ditanya gak jawab-jawab, akhirnya dikeroyok,” tuturnya.
Rido diketahui masih duduk di bangku kelas VII di Sekolah Luar Biasa (SLB) Purwakarta. Berdasarkan keterangan sekolah, ia mengalami hambatan tunagrahita disertai gangguan emosi dan perilaku yang sulit dikendalikan.
Keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Karawang pada Selasa (11/11/2025). Kuasa hukum korban, Aris Nurjaman, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan tidak ada tindak pencurian seperti yang dituduhkan warga.
“Padahal saat kami melakukan cek TKP bersama Inafis dan Reskrim Polres Karawang, tidak ada terjadinya pencurian seperti yang dituduhkan masyarakat desa di Cilamaya Wetan,” kata Aris.
Kini, keluarga berharap penyidikan berjalan transparan dan pelaku pengeroyokan segera ditangkap agar tragedi serupa tidak kembali terulang terhadap penyandang disabilitas lainnya.
Sebagian artikel ini tayang di TribunJabar.id dengan judul Kasus Pengeroyokan Maut Anak Disabilitas: Polres Karawang Gerak Cepat, 5 Saksi Sudah Diperiksa
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.