KGPH Mangkubumi Ragukan Surat Wasiat, GKR Timoer: Surat Itu Ada sebagai Dasar Penobatan Purbaya

Purbaya, Jumenengan Dalem Nata Binangkare PB XIV Raja Keraton Surakarta
Purbaya, Jumenengan Dalem Nata Binangkare PB XIV Raja Keraton Surakarta

 Putri tertua Pakubuwono (PB) XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menanggapi keraguan adiknyanya KGPH Hangabehi atau Mangkubumi perihal surat wasiat untuk penobatan Purbaya menjadi raja keraton Surakarta.

GKR Timoer memastikan surat wasiat mendiang ayahnya PB XIII itu ada. Wasiat itu menjadi dasar penobatan SISKS Pakubuwono Purbaya sebelum PB XIII dimakamkan.

GKR Timoer menyayangkan KGPH Mangkubumi yang mempertanyakan wasit mendiang PB XIII. Menurutnya terkait wasit itu tabu jika dibahas di media.

Gusti Mangkubumi bersama kerabat keraton usai rapat internal raja baru Keraton Surakarta Hadiningrat

"Sebenarnya buat saya ini sesuatu yang tabu mempertanyakan di media apakah surat wasiat itu ada. Seharusnya kalau dia bijaksana dan smart, ingin melihat atau bukti surat wasiat itu ketika bicara dengan kita, bicara dengan sinuhun XIV," kata GKR Timoer, Minggu (16/11/2025)

Ia mengatakan pasca sinuhun berangkat atau dimakamkan dirinya menemui Mangkubumi. Dari pertemuan itu, kata dia tidak satupun perkataan yang muncul dari Mangkubumi untuk menanyakan keabsahan atau keaslian surat wasiat itu. 

"Tidak pernah ada dia menanyakan. Yang pastinya beliau (PB XIV) dan ibu wasiat yang membawa (wasiat)."

"Kita kan enggak berani melangkah sejauh ini kalau kita tidak punya bukti dan kekuatan legalitas hukum negara maupun hukum adat. Jadi itu bohong kalau dia merasa tidak diajak rembukan," kata Timoer.

Akankan membuka komunikasi dengan KGPH Mangkubumi setelah Jumenengan Dalem Nata Binangkare PB XIV Raja Keraton Surakarta, Timoer mengaku masih syok. 

"Nanti kita lihat, karena terus terang kita syok. Selama ini berkoar-koar menjaga paugeran, menjaga adat ternyata apa yang dilakukan Handrawina (penobatan raja) itu tidak sama sekali ada unsur adatnya."

"Kedua statement jangan memisahkan putra-putri PB XIII ternyata apa yang distatemenkan beliau ternyat tidak konsisten," kata dia. 

Seperti diketahui di Keraton Surakarta Hadiningrat timbul dualisme kepemimpinan. Kubu Purbaya telah menobatkan dirinya menjadi raja sebelum Sinuhun PB XIII dikebumikan.

Sementara kubu Mangkubumi juga turut melakukan penobatan setelah rapat internal keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat. (Laporan Mahfira Putri, tvOne, Surakarta)