Cara Hangatkan Sisa Opor Ayam dan Rendang Supaya Aman Dikonsumsi

Lebaran, Makanan bersantan, Cara Hangatkan Sisa Opor Ayam dan Rendang Supaya Aman Dikonsumsi

Momen Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, hingga gulai. 

Namun, seringkali kita memasak dalam porsi besar yang akhirnya menyisakan banyak makanan setelah hari raya usai.

Memanaskan kembali (menghangatkan) makanan sisa Lebaran memang menjadi tradisi praktis, tetapi jika caranya salah, kesehatan taruhannya.

Mengutip dari ANTARA, pada Selasa, (24/3/26), menu bersantan, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa menjadi sarang bakteri atau bahkan berubah menjadi zat yang merugikan tubuh. 

Untuk menghindari risiko keracunan atau penurunan nilai gizi yang drastis, seorang pakar diet (dietisien) membagikan tips jitu.

Menghangatkan makanan berkuah santan tidak boleh dilakukan sembarangan. Dietisien dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati S.Gz M.Kes, menekankan pentingnya distribusi panas yang merata hingga ke bagian dalam makanan.

Dalam wawancaranya dengan ANTARA, Yesi menjelaskan standar suhu yang harus dicapai agar kuman dan bakteri mati sempurna:

"Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan. Disarankan memanaskan hingga suhu bagian dalam mencapai minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, 75 derajat Celsius selama 30 detik, atau 80 derajat Celsius selama 6 detik," jelasnya.

Untuk masakan berkuah seperti opor ayam, cara paling aman adalah dengan merebusnya kembali hingga benar-benar mendidih sebelum disajikan. 

Sementara untuk menu tanpa kuah, kamu bisa menggunakan metode tumis, kukus, atau alat modern seperti microwave dan air fryer.

Bahaya memanaskan berulang kali

Meski terasa praktis, memanaskan makanan yang sama berkali-kali sangat tidak dianjurkan. Selain merusak tekstur dan rasa, proses ini bisa memicu reaksi kimia berbahaya dalam santan.

"Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan," ujar Yesi. 

Yesi menambahkan bahwa bakteri dapat berkembang sangat cepat pada rentang suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius kondisi yang sering terjadi jika makanan dibiarkan mendingin di suhu ruang terlalu lama sebelum dipanaskan kembali.

Waspadai sayuran hijau dan cara penyimpanan yang benar

Satu hal yang sering luput dari perhatian adalah memanaskan sayuran hijau yang ada dalam masakan sisa. Yesi memperingatkan bahwa sayuran hijau mengandung nitrat. 

Jika dipanaskan berulang kali, nitrat tersebut dapat berubah menjadi zat karsinogenik yang memicu risiko kanker.


Agar makanan sisa Lebaran tetap aman dikonsumsi hingga hari ketiga, berikut adalah langkah-langkah penyimpanan yang direkomendasikan:

1. Porsi kecil: bagi sisa makanan ke dalam wadah atau kontainer kecil sesuai porsi sekali makan.

2. Wadah tertutup: pastikan kontainer tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi.

3. Suhu dingin: simpan di dalam kulkas (chiller) untuk penggunaan 3–4 hari, atau di dalam pembeku (freezer) jika ingin disimpan hingga 3–4 bulan.

Dengan mengikuti panduan di atas, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran dengan nikmat tanpa perlu khawatir akan gangguan kesehatan bagi keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang