Selebgram Curhat Jadi Tersangka Usai Unggah Dugaan Pencurian di Medsos

Selebgram sekaligus pemilik rumah makan Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O’Brien
Selebgram sekaligus pemilik rumah makan Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O’Brien

Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun Instagramnya, @nabobrien. Dalam unggahannya, Nabilah mengatakan selama lima bulan memilih tidak berbicara karena merasa khawatir.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena takut untuk bersuara,” tulis Nabilah dalam unggahannya, Kamis 5 Maret 2026.

Ia menyatakan baru memutuskan berbicara sekarang untuk mencari kejelasan hukum atas kasus yang menimpanya. Dalam unggahan tersebut, Nabilah juga mengaku selama beberapa bulan diminta mengakui bahwa pernyataan serta rekaman CCTV yang ia unggah merupakan fitnah. Selain itu, ia mengklaim sempat diminta uang sebesar Rp1 miliar.

“Selama lima bulan saya diminta mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp1 miliar. Saya sudah mencoba berbagai upaya untuk membela diri,” tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, Nabilah juga meminta perhatian Komisi III DPR RI serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kasus tersebut mendapatkan kepastian hukum.

"Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon berikan (kepastian) hukum. Saya korban pencurian, saya harap dapat melanjutkan hidup saya dan saya yakin keadilan bisa ditegakkan. Hanya ini yang bisa saya lakukan, saya tidak tahu harus belindung kemana,” jelas dia.

Nabilah menjelaskan, kasus ini bermula dari insiden yang terjadi di restoran miliknya pada September 2025. Saat itu, sebuah pasangan suami istri diduga terlibat keributan dengan staf restoran.

Video kejadian tersebut diunggah melalui akun Instagram @nabobrien pada Sabtu, 20 September 2025. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pelanggan perempuan masuk ke area dapur restoran, yang sebenarnya tidak diperbolehkan bagi pengunjung.

Dalam unggahannya, Nabilah menjelaskan kondisi restoran saat itu sedang ramai sehingga pesanan membutuhkan waktu lebih lama untuk disajikan.

Pelanggan tersebut terlihat memarahi staf dapur. Pria yang bersamanya juga ikut masuk ke area dapur dan tampak meluapkan emosi kepada staf restoran.

“Ibu ini masuk ke dalam kitchen (di mana ini dilarang) memaki head kitchen saya, dan mengancam akan mengobrak-abrik restoran saya,” demikian isi unggahan tersebut.

Setelah keributan mereda, keduanya meninggalkan area dapur sambil membawa sejumlah pesanan tanpa melakukan pembayaran.

Rekaman CCTV juga memperlihatkan seorang staf restoran mencoba menagih pembayaran di area parkir. Namun, pasangan tersebut kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa 11 paket makanan dan tiga minuman yang telah dipesan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pas saya samperin ke mobilnya, dia jawab ‘Tadi janjinya apa? Kalau masih nyuruh saya bayar, jangan sampai saya lempar makanannya,’ sambil menunjuk-nunjuk dari dalam mobil,” tulis seorang staf yang mengikuti pelanggan tersebut melalui chat yang dibagikan pemilik restoran.

Nilai pesanan tersebut disebut sekitar Rp530 ribu. Belakangan, dua orang yang diduga membawa makanan tersebut diketahui berinisial ZK dan ER. Keduanya disebut telah ditetapkan sebagai tersangka.